Catatan Ibadah ke-1
Minggu 03 Nov 2019
Matius 11:25a Pada waktu itu berkatalah Yesus: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi,
Ayat
tersebut disampaikan Yesus setelah dia mengecam Khorazim dan Betsaida yang
tidak mau bertobat sekalipun di sana Dia telah melakukan banyak mujizat. Di
tengah penolakan yang terjadi Yesus tetap bersyukur kepada Bapa, Tuhan langit
dan bumi. Kita harus berdoa kepada Tuhan seperti keluarga. Jika tidak, tak ada
gunanya berdoa. Yesus mengajar kita berdoa Bapa kami, bukan doa Raja kami.
Meskipun
begitu, kita tetap harus memahami batasan kita. Sebagai bapa, kita harus
mendidik anak kita. Jika kita bersikap akrab dengan anak, seperti dengan teman,
anak bisa kelewat batas hingga bisa menyela pembicaraan orang dewasa. Jika ini
terjadi, kita harus menegur anak kita. Dengan demikian, anak akan mengetahui
batasannya.
Dulu saat
sekolah Alkitab ko Philip sempat menegur temannya yang berdoa kepada Yesus
dengan berkata: "Hi buddy
Jesus..." Yesus memang menjadikan kita sahabat-Nya, tetapi kita tidak
layak memanggilnya 'buddy'. Yesus
saja memanggil-Nya Tuhan langit dan bumi. Kita juga harus sadar bahwa Tuhan
tidak setara dengan kita. Pencipta tidak setara dengan ciptaan-Nya.
Tidak usah
memperdebatkan nama panggilan Tuhan. Orang Cina menyebutnya Bapa di langit.
Orang Amerika menyebutnya Bapa di Surga. Namun, selama kita berdoa dengan
terarah kepada Yesus, doa kita tidak akan salah alamat.
Matius 11:25b karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.
Ada hal-hal
tertentu yang Tuhan sembunyikan dari orang-orang tertentu, tetapi ada hal-hal
yang Dia nyatakan kepada orang-orang yang bergaul karib dengan-Nya. Tidak semua
hal bisa diajarkan. Kadang kala seseorang baru bisa memahami setelah
menyaksikannya sendiri.
Mazmur 25:14 TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka.
Alasan Kita
Berterimakasih Setiap Waktu, antara lain:
1. Nama
kita tertulis di dalam buku kehidupan. Jangan bersukacita karena iblis
takluk, tetapi bersukacitalah karena nama kita terdaftar di surga. Jika sesuatu
yang buruk terjadi kepada kita, setidaknya kita masih memiliki rumah di surga.
2. Masih
ada yang kita miliki, seperti jiwa, kesehatan, dan lain-lain. Jika hari ini
kita masih bisa mengangkat tangan, di luar sana ada orang-orang yang ingin menggantikan
posisi kita karena dia terkena stroke sehingga tidak bisa mengangkat tangannya.
Jika kita masih bernafas, kita pun dapat mensyukurinya. Jika kita masih bisa
buang air kecil, kita pun patut bersyukur karena ada orang yang harus memakai
kateter untuk buang air kecil.
Jadi, kita harus
bersyukur untuk segala sesuatu yang masih kita miliki. Semiskin apapun
seseorang, pasti masih ada 5 roti dan 2 ikan yang masih bisa disyukuri.
Bersyukurlah jika masih punya suami. Bersyukurlah jika masih punya anak.
Sekalipun jomblo, juga tetap bisa bersyukur karena masih memiliki teman.
3. Memiliki
janji Tuhan. Kita jangan kehilangan harapan. Tanpa harapan kita akan mati.
Kita memang diselamatkan karena iman, tetapi untuk bertahan hidup di dunia ini
kita membutuhkan harapan. Dengan memiliki pengharapan, kita akan sanggup
melewati segala persoalan.
0 komentar:
Post a Comment