Saturday, February 10, 2018

Jangan Fokus ~ Pdt. Welyar Kauntu

Fokus
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 11 Februari 2018

2. Jangan Fokus pada Keadaan. Petrus bisa berjalan di dalam air karena ada firman. Jika tak ada firman, jangan melangkah. Suatu ketika ada serombongan orang yang berniat menyeberangi sungai. Mereka berkata: "Jika Petrus bisa berjalan di atas air, kita juga harus bisa." Alhasil, mereka hanyut terbawa arus sungai.
Matius 14:28-30 Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air." Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"
Petrus mulai tenggelam ketika fokus kepada tiupan angin. Mungkin pula Petrus mulai tenggelam ketika berfokus kepada teman-temannya. Mungkin kala itu dia berpikir bahwa dia hebat karena hanya dia yang berani berjalan di atas air sedangkan teman-temannya tidak ada yang berani. Seringkali kita jatuh karena hal semacam ini. Lalu Tuhan menegur Petrus agar tidak bimbang. Kita juga tidak boleh bimbang.

3. Jangan Fokus pada Diri Sendiri.
Hakim-hakim 6:12 Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya dan berfirman kepadanya, demikian: "TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani."
Gideon bekerja diam-diam lalu tiba-tiba malaikat Tuhan memanggilnya sebagai pahlawan yang gagah berani dan memintanya berperang untuk menyelamatkan bangsanya. Gideon pun ketakutan sehingga meminta tanda dari Tuhan hingga dua kali (Hakim-hakim 6:36-40) dan Tuhan pun memberikan tanda yang dia minta. Orang yang takut memang seringkali berdebat dengan Tuhan ketika diminta melakukan sesuatu. Dia pun tidak mau mewujudkan mimpi-Nya. Namun, ending Gideon tidak bagus karena anak-anaknya tidak baik. Meskipun demikian, kisah Gideon ini menunjukkan bahwa Tuhan itu penuh kasih hingga mau memakai orang lemah. Oleh karena itu, jika Tuhan meminta kita melakukan sesuatu, jangan fokus kepada kelemahan kita. Jangan berpikir bahwa firman-Nya atau nubuatan-Nya untuk orang lain karena kita tidak mampu. Fokuslah kepada Yesus.

Kebajikan dan Kemurahan
OLEH KARENA KEMURAHAN TUHAN - AKU PERCAYA: Oleh karena kemurahan Tuhan, ku ada sampai hari ini. Oleh karena kebaikan Tuhan, janji-Mu terjadi bagiku. Aku percaya berkat-Mu atasku melimpah. Kebajikan, kemurahan selalu mengikutiku. Kupuji, kusembah Kau Tuhan.

Orang yang berfokus kepada kelemahan diri bisa seperti Saul sehingga tidak mau berperang. (Hehehe... ini mirip siapa ya?!? Wew... peacemaker anti perang lho., red.) Ketika Tuhan memilihnya, dia malah bersembunyi hingga orang-orang mencarinya. Ketika ditemukan, terlihat bahwa Saul itu ternyata tinggi perawakannya. Ketika menunggu kedatangan Samuel, dia pun takut kehilangan muka di depan rakyatnya sehingga dia mengambil ahli tugas Samuel. Maka, saat itu juga dia harus kehilangan jabatannya sebagai raja. Saul juga takut berperang melawan Goliat hingga Daud yang menggantikannya berperang.

Penulis: “^o^ Lha, kalau sosok Daud (sosok pengganti) tidak muncul jua, artinya ... iiiiiihhhh... Saul harus tetap maju perang donk. Uwaaahhh... ternyata damai bukan berarti ketiadaan perang seperti kata Martin Luther King, Jr.: "Perdamaian yang sesungguhnya bukan semata-mata tidak ada ketegangan: melainkan adanya keadilan."

Yohanes 5:6-8 Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: "Maukah engkau sembuh?" Jawab orang sakit itu kepada-Nya: "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku."
Ketika Yesus bertanya singkat kepada orang sakit yang kelihatannya lumpuh itu, Dia mendapat jawaban yang panjang. Yesus hanya bertanya apa dia mau sembuh tetapi dia langsung mengatakan ketidakmungkinannya untuk sembuh.
Yohanes 5:8-9 Kata Yesus kepadanya: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah." Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat.
Ketika Yesus menyembuhkannya, dia juga tidak memberi kesaksian untuk memuliakan Tuhan. Ketika ditegur orang Yahudi karena dia mengangkat tilamnya pada hari Sabat, dia malah menyalahkan Yesus yang menyuruhnya mengangkat tilam.
Yohanes 5:11 Akan tetapi ia menjawab mereka: "Orang yang telah menyembuhkan aku, Dia yang mengatakan kepadaku: Angkatlah tilammu dan berjalanlah."
Kemudian dia bertemu Yesus lagi di dalam Bait Allah. Yesus pun menegurnya agar tidak berbuat dosa lagi agar keadaannya tidak semakin buruk.
Yohanes 5:14 Kemudian Yesus bertemu dengan dia dalam Bait Allah lalu berkata kepadanya: "Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk."
Sweet Dreams
Hari ini Tuhan mengingatkanmu kepada mimpi-mimpi lama yang sudah kamu lupakan. (^oo^) Peluang yang sudah kamu lepaskan akan kembali... Tiada yang mustahil bagi Tuhan. 
Penulis: “Hah!! Di awal khotbah wajah pak Welyar saja sudah mengingatkanku pada mimpi-mimpi lama, lha... akhir khotbahnya dipertegas pula. Tak bisa alasan gagal fokus nich. Oldiest... oldiest... Mimpi-mimpi itu ya? Ouw... kali ini rahasia ye biar the beast yang ada di dalam mimpiku penasaran dengan skenarionya hingga tak bisa tidur karena mikirin beauty... wkwwkw...”

2 comments:

  1. Hei.. Aku suka sekali dengan tulisanmu begitu memberkati. Semoga terus menulis ya. Terimakasih banyak 😉

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih. Semua karena Tuhan. Kita diberkati untuk memberkati. ^_^

      Delete

* Semua Catatan Ibadah di blog ini tidak diperiksa oleh Pengkhotbah terkait.