Sunday, December 24, 2017

Kenakanlah Roh Seorang Putera - Ps. Philip Mantofa

Drama Natal: Aku Anak yang Berbeda
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 24 Desember 2017 (youtu.be/YMV_CRBf0sE)

SEORANG ANAK TELAH LAHIR
Seorang anak t’lah lahir untuk kita. Seorang putera dib’rikan. Lambang pem’rintahan di atas bahu-Nya dan nama-Nya pun disebut orang
Chorus: Penasehat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. Sambutlah Dia, Yesus Tuhan, Juru S’lamat Dunia.
Yesaya 9:5 Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.
Bayi Memasuki Daerah Musuh
Tema ibadah Natal kali ini adalah the gift of the gift (karunia-karunia dari karunia atau hadiah-hadiah dari hadiah). Yesus merupakan hadiah Natal bagi kita. Ketika Yesus datang ke dunia, Dia pun memberikan hadiah-hadiah untuk kita. Khotbah dan drama Natal kali ini berbeda-beda tetapi sumbernya tetap Yesaya 9:5, yaitu:
Ibadah ke-1. The Gift of Sonship: Roh Seorang Putera. Kita semua anak Allah.
Ibadah ke-2. The Gift of Leadership: Lambang Pemerintahan atau Kepemimpinan. Kita semua dapat mengikuti kepemimpinan Yesus.
Ibadah ke-3: The Gift of Wisdom: Penasehat Ajaib memberi kita Hikmat.
Ibadah ke-4. The Gift of Faith: Allah yang Perkasa mengaruniakan Iman.
Ibadah ke-5. The Gift of Family: Kita diberi keluarga rohani dan kita bisa memanggil Allah sebagai Bapa, seperti kalimat pertama doa Bapa Kami. (Bapa Kami yang ada di sorga)
Ibadah ke-6. The Gift of Peace: Yesus memberikan damai yang tak sama seperti yang dunia berikan. Oleh karena itu, setiap orang Kristen harusnya bahagia sekalipun ada masalah. Bahkan, jika ditinggal mati oleh seseorang, tak perlu larut dalam duka seperti orang yang tak berpengharapan.

Yesus merupakan anak yang tertolak sejak bayi. Sebagai manusia Dia pun harus bertumbuh dalam pengenalan akan kasih Bapa. Sewaktu masih dalam kandungan, Yesus sempat ditolak Yusuf yang ingin menceraikan Maria secara diam-diam. Kemungkinan besar Yesus pun telah mendengar cerita ini. Lalu ketika akan lahir, Dia juga ditolak oleh beberapa tempat penginapan sehingga harus lahir di kandang. Dia pun hendak dibunuh oleh Herodes dan pada masa itu banyak bayi yang dibunuh karena mencari-Nya. Meskipun demikian, Yesus memiliki kasih Bapa.
Lukas 2:42-43 Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu. Sehabis hari-hari perayaan itu, ketika mereka berjalan pulang, tinggallah Yesus di Yerusalem tanpa diketahui orang tua-Nya.
Setelah menempuh sehari perjalanan jauhnya, orang tua Yesus mulai mencari anaknya di antara kaum keluarga dan kenalan mereka tetapi Yesus tidak ditemukan. Maka dari itu, mereka kembali ke Yerusalem.
Lukas 2:48 Dan ketika orang tua-Nya melihat Dia, tercenganglah mereka, lalu kata ibu-Nya kepada-Nya: "Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau."
3 hari kemudian Yesus baru ditemukan di Bait Allah. Meskipun Yusuf ada di sana, dia diam saja dan hanya Maria yang berbicara. Inilah kecenderungan papa di Asia dan Timur Tengah yang tidak terbiasa mengungkapkan emosinya seperti papa di Barat. Jika seseorang dihinggapi roh yatim piatu atau merasa tertolak, dia bisa saja bertanya: "Kenapa baru menemukanku setelah 3 hari?"
Lukas 2:49 Jawab-Nya kepada mereka: "Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?"
Yesus tidak bermaksud tidak sopan atau tidak hormat kepada orang tuanya dengan menanyakan hal tersebut. Mungkin bahasanya lebih halus dari ini karena ini hanya terjemahannya. Jika Yesus melanggar perintah Allah dengan tidak menghormati orang tua, Dia tidak mungkin bisa menjadi Juru Selamat. Yesus juga telah memahami betapa dalam, tinggi, dan lebarnya kasih Bapa sehingga dia merasa aman di rumah Bapa. Dia pun tidak bertanya-tanya mengapa orang tuanya baru menemukan Dia. Mungkin hari itu juga orang tua Yesus menjadi murid-Nya. Mereka tercengang melihat Yesus yang telah memahami kasih Bapa padahal umurnya baru 12 tahun.
Lukas 2:52 Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.
Pertahankan Keunikan
Makin dikasihi bukan berarti kadang-kadang kasih Bapa bisa lebih. Sebenarnya kasih Bapa tidak bertambah atau berkurang. Kasih Bapa tak pernah berubah. Kasih Bapa tetap sama besarnya: dulu, sekarang, dan selamanya. Namun, Yesus semakin bertumbuh dalam pengenalan akan kasih Bapa sehingga Dia semakin merasa dikasihi. Pengenalan akan kasih Bapa inilah yang membuat Paulus mampu bersukacita di dalam penjara dan menumbuhkan keberaniannya pula.

Setelah menerima Yesus kita adalah anak Allah, seperti Israel. Ingat Balak dan Bileam. Sekalipun Israel pantas dikutuk, tetapi tidak bisa dikutuk. Status sebagai anak kandung tidak berubah sekalipun kita tidak berprestasi. Jangan ada yang pamer prestasi. Seperti kata Yakobus: "Semua yang baik dan setiap anugerah yang sempurna berasal dari Tuhan." Tuhan mengasihi kita bukan karena prestasi kita. Kita semua adalah kekasih-kekasih Kristus dan anak kandung Bapa, bukan anak angkat atau anak tiri.

Teriakan Roh Anak atau Roh Seorang Putera, yaitu:
1. Dalam Yesus Bapa mengasihiku.
2. Dalam Yesus Bapa cukup bagiku.
3. Dalam Yesus Bapa menyediakan semua yang kuperlu.

BAPA SURGAWI
Bapa surgawi ajarku mengenal betapa dalamnya kasih-Mu. Bapa surgawi buatku mengerti betapa kasih-Mu padaku.
Reff: Semua yang terjadi di dalam hidupku, ajarku menyadari Kau s'lalu sertaku. B'ri hatiku s'lalu bersyukur pada-Mu kar'na rencana-Mu indah bagiku.

0 komentar:

Post a Comment

* Semua Catatan Ibadah di blog ini tidak diperiksa oleh Pengkhotbah terkait.