Sunday, March 15, 2026

Mengandalkan Intelektual

Tak Sama tetapi Serupa
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 15 Mar 2026

Beberapa bulan lalu Elang memberitahu Perkutut bahwa dia berhasil mendapatkan fasilitas penerbangan kelas dua (di bawah Raja) sehingga sama dengan Rajawali. Lantas Perkutut menanyakan nasib Pipit yang terkait dengan Rajawali. Namun, Elang menjawab, "Itu tidak perlu kamu pedulikan. Yang penting kamu penuhi saja permintaanku karena aku sudah didukung oleh Duo Kerbau Manipulator."

Karena kasihan dengan Pipit, Perkutut memberitahu Rajawali, "Elang meminta fasilitas penerbangan yang sama denganmu, tetapi dia melakukannya dengan menginjak Pipit." Lantas Rajawali menegur Elang, "Jika kamu ingin mendapatkan fasilitas yang sama denganku, seharusnya kamu juga memperhatikan kepentingan Pipit karena Raja Kera telah mengaturnya khusus untukku."

Karena ingin terlihat baik di mata Rajawali, dia menjawab, "Ya, nanti saja. Itu masih lama, masih enam bulan lagi. Mungkin nanti ada perubahan lagi. Nanti saja aku sampaikan kepada Pangeran Kerbau." Kemudian dia juga memanfaatkan kecelakaan yang dialaminya untuk makin dekat dengan PIL (Pria Idaman Lain) yang sudah beristri. Namun, dia menutupinya dari Rajawali.

Suatu hari Rajawali melihat mereka ngopi berduaan di dalam supermarket. Ketika menyadari keberadaan Rajawali dan Pipit yang sedang melihat ke dalam supermarket, Elang berusaha menutupi wajahnya. Lantas Rajawali memotretnya dan mengirimkan foto itu kepada Elang, “Hayo, ngapain berdua?” Seketika Elang menjawab, “Kami berteman baik dan aku hanya mencari informasi tentang pekerjaan darinya supaya aku tidak perlu pulang sambil membawa beban kerja.”

Beberapa bulan kemudian Rajawali dan Pipit kembali melihat PIL Elang. Dia buru-buru meninggalkan supermarket ketika akan disapa oleh Rajawali. Tak lama berselang Elang juga keluar dari dalam supermarket itu. Rajawali berkata, “Tadi aku melihat teman pria baikmu. Apa dia yang membawamu ke sini?” Dia langsung berlagak marah dan berkata, “Ndak lah. Aku diantar si Hebat. Sarang kami berbeda. Aku di sana dan dia di sono.”

Pada hari yang lain lagi Elang kembali dipergoki oleh Rajawali, Pipit, dan Perkutut. Namun, dia mengalihkan pembicaraan. “Jika memang tidak ada hubungan terlarang di antara mereka, untuk apa dia berbohong?” Ucap Rajawali kepada Pipit setelah Elang pergi karena dengan sangat jelas mereka berdua telah melihat PIL Elang di tempat yang sama dengan Elang.

Ketika Rajawali mempertanyakan kedekatan mereka yang selalu bertemu di supermarket tiap pagi, siang, sore, dan bahkan berduaan saat jam patroli, Elang tetap tidak mau mengakuinya dengan berpura-pura kesal. Padahal, hubungan mereka telah menjadi rahasia umum di dalam Sarang Manipulator.

Lucu sekali dia masih berpikir bahwa dia masih bisa terlihat solehah. Jika suami aja dibohongi, bagaimana dia bisa memperoleh berkat? Maka, dia mulai memanfaatkan kecelakaannya untuk mendapatkan fasilitas-fasilitas yang telah didapatkan oleh Rajawali. Dari awal dia memang iri terhadap Rajawali dan berulang kali berkata, "Kamu enak ya..."

Tiap kali Elang menunjukkan rasa irinya, Rajawali hanya berkata, "Jika kamu juga mau, ya mintalah kepada Raja Kera." Namun, dia tidak pernah memiliki keberanian untuk meminta kepada Raja Kera. Jadi, dia mendekati Rajawali untuk mendapatkan informasi yang bisa dimanfaatkan olehnya atau memanas-manasi Rajawali agar bisa menyingkirkannya.

Nah, pucuk dicinta, ulam pun tiba. Ketika Rajawali memberitahunya bahwa Raja Kera telah menyerahkan tampuk pemerintahan kepada Pangeran Kerbau yang belum berpengalaman, Elang segera bertindak. Dia langsung mengajukan semua permintaan egoisnya kepada Pangeran Kerbau.

Karena Elang mengetahui bahwa Pangeran Kerbau suka data detail, dia segera menyusun daftar tugas dengan sangat detail hingga lebih dari dua halaman folio bergaris. Bahkan, tugas-tugas anaknya pun diakui sebagai tugasnya. Maka, seketika itu juga Pangeran Kerbau berhasil dimanipulasi olehnya dan mengabulkan permintaannya.

Tak cukup sampai di sini. Dia melanjutkan dramanya. Dokter sudah menyatakan kakinya sembuh dan tidak perlu kontrol lagi. Namun, setelah mendengar perkataan dokter, dia langsung berkata, "Kakiku sakit sekali. Aku harus kontrol." Dokter tak bisa melarangnya karena dokter harus menerima semua keluhan pasien. Namun, dia diberi waktu enam bulan.

 Mengandalkan Pikiran

0 komentar:

Post a Comment

* Semua Catatan Ibadah di blog ini tidak diperiksa oleh Pengkhotbah terkait.