Catatan Ibadah ke-1 Minggu 15 Mar 2026
Ada sekelompok
orang yang berkunjung ke rumah sakit jiwa. Ketika masuk, mereka diberi tanda
pengenal yang tidak boleh hilang. Jika tanda pengenal ini hilang, mereka tidak
bisa keluar dari rumah sakit jiwa tersebut. Lalu di dalam mereka berbincang dan
mendoakan pasien.
Setelah selesai,
mereka semua akan pulang. Seorang pria bernama Kenli tiba-tiba menyadari bahwa
dia kehilangan tanda pengenalnya. Maka, dia segera mencarinya kemana-mana,
tetapi tetap tidak bisa menemukannya. Dia pun melihat teman-temannya sudah
keluar semua. Lantas dia menemui petugas dan mengatakan bahwa dia pengunjung
yang mau keluar, tetapi kehilangan tanda pengenal. Petugas menjawab, "Di
sini telah banyak orang berbicara seperti itu. Sana kembali ke kamarmu."
Jika orang waras
berada di tengah-tengah orang gila, dia pun bisa dianggap gila. Serupa
tetapi tak sama.
Ada seorang pria atheis yang mengikuti pendidikan Kristen di Liberty University Amerika. Universitas ini mengajarkan pendidikan Kristen yang konservatif. Alhasil, pria atheis tersebut mengikuti semua ritual kekristenan dengan baik. Bahkan, dia juga berkhotbah dalam kelompok kecil, melakukan pelayanan sosial, berbuat baik, dan berkata-kata seperti orang Kristen, "Haleluya, Puji Tuhan, Tuhan Yesus memberkati." Maka, setiap orang yang melihatnya pasti mengira bahwa dia Kristen.
Namun, dia
menulis sebuah buku dan mengakui bahwa dia belum pernah dilahirkan kembali oleh
Roh Kudus. Jika demikian, apakah dia telah mengalami pertobatan sejati? Tiga
Ciri Pertobatan Sejati, yaitu:
1. Pertobatan Spiritual: dikuduskan dan dilahirkan kembali oleh Roh
Kudus dalam iman kepada Yesus. Jadi, bukan hasil usaha sendiri.
2 Tesalonika 2:13-14 (TB) Akan tetapi kami harus selalu mengucap
syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara, yang dikasihi Tuhan, sebab Allah
dari mulanya telah memilih kamu untuk diselamatkan dalam Roh yang menguduskan
kamu dan dalam kebenaran yang kamu percayai. Untuk itulah Ia telah
memanggil kamu oleh Injil yang kami beritakan, sehingga kamu boleh memperoleh
kemuliaan Yesus Kristus, Tuhan kita.
2. Pertobatan Intelektual:
dimuridkan melalui firman Tuhan, baik melalui khotbah maupun pembacaan Alkitab.
Ketika membaca Alkitab dan merasa ada ayat yang seperti berbicara kepada kita,
ini berarti Roh Kudus yang berbicara melalui ayat itu.
2 Tesalonika 2:15 (TB) Sebab itu, berdirilah teguh dan
berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik secara lisan,
maupun secara tertulis.
3. Pertobatan
Perkataan dan Perilaku: mengalami transformasi hingga makin serupa dengan
Kristus.
2 Tesalonika 2:16-17 (TB) Dan Ia, Tuhan kita Yesus Kristus, dan
Allah, Bapa kita, yang dalam kasih karunia-Nya telah mengasihi kita dan yang
telah menganugerahkan penghiburan abadi dan pengharapan baik kepada kita,
kiranya menghibur dan menguatkan hatimu dalam pekerjaan dan perkataan yang
baik.







0 komentar:
Post a Comment