Catatan Ibadah ke-2 Minggu 09
Oktober 2016
3. MAKLUM / EMPATI
Mazmur 103:10-14 Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita, tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia; sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita. Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia. Sebab Dia sendiri tahu apa kita, Dia ingat, bahwa kita ini debu.
Tuhan dapat memaklumi kesalahan kita karena Dia ingat bahwa kita ini debu.
Ada seorang koki ternama yang perfeksionis. Dia tidak mau memaklumi
kesalahan orang lain. Dia mengatakan bahwa dia akan membakar setiap orang yang
melakukan kesalahan di dapurnya dan dia betul-betul melakukannya. Ketika ada
orang melakukan kesalahan, dia ambil tangan orang itu dan menaruhnya di atas
api sehingga satu per satu karyawan pergi meninggalkannya.
Seiring berjalannya waktu dia menyadari bahwa dia telah menyakiti banyak
orang sehingga dia ingin meminta maaf kepada orang-orang tersebut tetapi dia
tidak mengetahui keberadaan mereka. Maka, dia berlutut dan berdoa: "Tuhan
Yesus, ampuni saya." Kemudian dia meninggalkan pekerjaannya dan
pindah ke kota lain. Di situ dia merasa lebih bahagia daripada sebelumnya
meskipun dia hanya menjadi penjual sosis dan bukan lagi koki ternama.
Belajarlah untuk berempati kepada
orang lain karena mungkin ada sesuatu yang telah dialaminya hingga membentuknya
jadi seperti sekarang ini. Dulu pak Sukirno pernah sekelas dengan seorang
pria yang terkesan amat sabar. Namun, ketika diadakan konseling di kelas, pria
itu menyatakan bahwa dia bermasalah dengan kemarahan. Bahkan, dia bukan hanya
marah tetapi kalap. Jika dia marah, isterinya tak boleh berada dalam satu
ruangan dengannya karena dia bisa saja menyakitinya. Semua itu terjadi karena
ibunya sering dipukuli sewaktu dia masih di dalam kandungan. Di rumahnya ada orang
gila yang selalu membawa parang sehingga ibunya berlari ke sana kemari untuk
menyelamatkan diri. "Oh... pantas
dia begitu."
Ada peneliti yang meneliti tangisan bayi Jerman dan bayi Prancis lalu
diketahui bahwa tangisan bayi tersebut berbeda sesuai aksen negara
masing-masing. Ini terjadi karena bayi bisa mendengar perkataan orang tuanya
lewat tulang sehingga tangisan bayi cenderung sesuai dengan aksen bicara yang
mereka dengar selama masih dalam kandungan.
4. APRESIASI
Jika kita melakukan sesuatu bagi orang lain, kita tidak boleh menuntut
orang lain untuk berterima kasih kepada kita. Namun, ketika kita menerima
kebaikan dari orang lain, kita jangan lupa berterima kasih kepadanya.
Belajarlah menghargai orang-orang di sekitar kita. Misalnya: Sudahkah berterima
kasih kepada pembantu?
Matius 25:21 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
5. MAAF
Manfaat pemberian pengampunan: menyembuhkan luka dan memulihkan hubungan
dengan orang lain.
Gloria bersama suami, seorang puteri, dan 2 putera datang ke India untuk
melayani para penderita kusta secara cuma-cuma. Suatu malam suaminya kelelahan
dalam perjalanan sehingga dia tidur di dalam mobil bersama kedua puteranya.
Lalu mobil mereka didatangi kaum ekstremis, disiram bensin dan dibakar.
Puteranya berusaha keluar dari mobil tetapi dipukuli oleh mereka sehingga
akhirnya mereka bertiga mati terbakar.
Ketika mengetahui hal ini, Gloria dan puterinya memilih tidak pulang ke
negaranya dan tetap berada di India untuk melayani penderita kusta. Gloria
mengatakan bahwa dia telah mengampuni orang-orang yang telah membunuh suami dan
kedua puteranya. Gloria juga mengatakan bahwa salib Kristus membuatnya mampu mengampuni kesalahan mereka.
Lantas Gloria mendapat penghargaan. Ketika dia naik ke panggung, para
hadirin pun memberinya tepuk tangan yang jauh lebih lama (sekitar 3 menit) daripada
tepuk tangan yang ditujukan untuk Shah Rukh Khan (aktor ternama di India).
Bagaimana presiden India bisa merekomendasikan Gloria untuk menerima
penghargaan hanya karena mengampuni? Saat itu orang-orang India sudah terbiasa
membalas kejahatan dengan kejahatan (mata ganti mata dan gigi ganti gigi)
sehingga tindakan pengampunan Gloria sungguh membuat mereka semua terpukau dan
menginspirasi mereka.
Lukas 23:34a Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat."
Kita semua telah diampuni oleh Yesus sehingga seharusnya kita pun mampu
mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kita.
KASIH
Kasih pasti lembut. Kasih pasti
memaafkan. Kasih pasti murah hati, Kasih-Mu, Kasih-Mu Tuhan.
Reff:
Ajarilah kami ini saling mengasihi. Ajarilah kami ini saling mengampuni.
Ajarilah kami ini kasih-Mu ya Tuhan. Kasih-Mu kudus tiada batasnya.
0 komentar:
Post a Comment