Thursday, September 24, 2026

Kunci Emas yang Hilang

Rabu, 23 September 2026, pada suatu pagi yang cerah, seorang pria muda memberikan sebuah kunci emas kepadaku. Aku pun menerima kunci tersebut, tetapi entah bagaimana ceritanya, kunci itu hilang.

Namun, pria itu tidak marah. Dia justru berhasil menemukan kunci tersebut. Setelah menemukannya, ia kembali menghampiriku dan menyerahkan kunci itu kepadaku untuk kedua kalinya.

Namun, sekali lagi, kunci tersebut hilang atau terjatuh di tengah keramaian kota. Pria itu tetap tidak marah dan kembali mencarinya.

Beberapa saat kemudian dia berhasil menemukannya di dekat brankas perak. Sekali lagi dia mengembalikan kunci itu kepadaku.

Kali ini, pria itu menatapku dengan tatapan penuh harapan. Sama sekali tidak ada kemarahan dalam tatapannya itu. Di matanya hanya terlihat kesabaran dan keyakinan bahwa aku akan menjaga kunci tersebut.

Aku hanya bisa terdiam karena merasa agak bersalah kepadanya. Kenapa dia tidak marah dan tetap mempercayakan kunci emas itu kepadaku? Ah, aku merasa tidak enak hati terhadapnya.

Maka, kuterima kembali kunci itu darinya dengan tekad untuk tidak menghilangkannya lagi. Fiuh, untunglah ini hanya mimpi, tetapi sepertinya ini mimpi bukan sembarang mimpi.

Hari itu dia berkata, "Aku pusing", tetapi aku juga bertanya-tanya, "Kenapa Tuhan memilih dia yang super imut?"

Tuhan pernah bilang, "Jangan lihat tampilannya."

1 Samuel 16:7 (TB) "... manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."

Ketika Tuhan mengatakan hal itu kepada Samuel, mengapa dia hanya diam saja ya? Biasanya aku juga biasa saja ketika mendengar kisah Samuel tersebut. Namun, ketika aku harus berada di dalam kisah serupa, aku justru ingin bertanya.

"Jika tidak melihat tampilannya, bagaimana melihat hatinya? Bukankah hanya Tuhan yang bisa melihat hati? Namun, setelah itu aku yang menjalani dan merasakannya. Lantas orang lain yang akan mengomentarinya... hahaha... amboi, luar biasa hidup ini."

Wah, jadi overthinking deh, tetapi hal tersebut sungguh tidak masuk logika. Aku tidak yakin untuk menerima kunci emas itu. Namun, di akhir mimpi kuncinya masih kusimpan dan tidak kukembalikan.

Rupanya kesempatan memang tidak datang dua kali, tetapi berkali-kali... xixixi..., terutama untuk mereka yang bimbang dan ragu. Ah, jika tidak cukup percaya diri, sebaiknya percaya Tuhan saja deh sekalipun kita tak tahu kemana Tuhan akan membawa kita.

KUYAKIN dan PERCAYA
Kuberjalan dengan imanku pada-Mu. Kudengar suara-Mu dan aku percaya. Kuterima janji-Mu dalam hidupku. Kumelihat dan kunyatakan Kau Tuhan.
Reff: Kuyakin dan percaya Kau sanggup mengubah malam menjadi siang. Kuyakin dan percaya Kau sanggup mengubah beban menjadi berkat.

0 komentar:

Post a Comment

* Semua Catatan Ibadah di blog ini tidak diperiksa oleh Pengkhotbah terkait.