Catatan Ibadah ke-1 Minggu 20 Sept 2026
Kita yakin bahwa kita sudah diselamatkan oleh Tuhan Yesus.
Maka, jika mati, kita pasti masuk sorga. Namun, jika sudah diselamatkan,
mengapa kita masih ada di sini? Bukankah lebih enak hidup di sorga?
Efesus 2:10 (TB) Karena
kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan
baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di
dalamnya.
Sejak awal Tuhan menciptakan kita untuk melakukan pekerjaan
baik yang telah Dia siapkan. Ini sebabnya kita tidak langsung masuk sorga
setelah diselamatkan. Kita harus menjalani hidup di dalam tujuan Tuhan. Apapun
latar belakang kita, baik dalam hal kekayaan, pekerjaan, maupun status sosial,
selama kita sudah diselamatkan, ada tujuan Tuhan yang harus kita kerjakan.
Tujuan atau panggilan ini bisa berbeda bagi tiap orang.
Namun, tujuan Tuhan dalam hidup kita selalu untuk menjadi berkat bagi orang
lain, bukan untuk menjadi kaya atau menikmati berkat untuk diri sendiri.
2 Samuel 5:12 (TB) Lalu
tahulah Daud, bahwa TUHAN telah menegakkan dia sebagai raja atas Israel dan
telah mengangkat martabat pemerintahannya oleh karena Israel, umat-Nya.
Daud berhasil merebut Yerusalem setelah diremehkan oleh
orang Yebus. Daud sadar bahwa dia mendapat posisi karena Tuhan mau dia
memberkati Israel – umat-Nya. Jika bisnis kita diberkati, Tuhan mau kita
memberkati orang lain. Kita diberkati bukan hanya untuk leyeh-leyeh di
pantai, tetapi untuk menjadi saluran berkat.
Setiap orang akan mendapat panggilan Tuhan secara spesifik,
tetapi satu yang pasti adalah agar kita tidak hidup bagi diri sendiri. Namun,
kita bisa memilih untuk menghidupi tujuan Tuhan atau tidak. Hal ini memerlukan
kesadaran diri untuk memutuskannya. Jika kita memilih untuk hidup dalam tujuan
Tuhan, kita akan menikmati berkat di dalamnya.
Jadi, jika kita merasa insecure dengan diri sendiri
dan mudah terombang-ambing dengan perkataan orang lain, kemungkinan besar kita
tidak memahami tujuan Tuhan bagi kita.
Di kantor gereja ada yang mengatakan bahwa pak Lukas mirip
Hyun Bin, tetapi lainnya langsung berujar, "Yieeeek". Sepertinya dia
lupa bahwa pak Lukas masih punya perasaan dan dia terkesan menghina. Namun, pak
Lukas biasa saja karena dia secure di dalam Tuhan dan dia juga tidak
tahu wajah Hyun Bin.
Sewaktu kecil pak Lukas insecure karena kedua
saudaranya kurus dan atletis, sedangkan dia gemuk dan pendek. Ketika ada yang
berkata kepada mamanya, "Nanti anak ini akan ganteng", pak
Lukas merasa bahwa saat itu dirinya jelek. Karena hal itu, jika ada wanita yang
mau menjadi istrinya, dia merasa bahwa hal itu adalah anugerah. Namun, setelah
mengetahui tujuan Tuhan dalam hidupnya, dia menjadi secure.
Kejadian 1:28 (TB) Allah
memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan
bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas
ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang
merayap di bumi."
Ketika Tuhan memberkati manusia, inilah firman pertama untuk
Adam dan Hawa. Cara mereka menggenapi tujuan Tuhan untuk bertambah banyak dan
memenuhi bumi adalah melalui seks. Inilah alasan Tuhan memberikan kepuasan seks
kepada mereka.
Namun, kepuasan seks ini hanya bisa dinikmati oleh mereka
yang hidup sesuai tujuan Allah. Ada orang yang melakukan berbagai macam metode
seks, tetapi tidak pernah puas. Ini karena seks bertujuan untuk memenuhi tujuan
Tuhan, bukan untuk memuaskan nafsu.
Yohanes 4:34 (TB) Kata
Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang
mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.
Ada kepuasan sejati ketika kita hidup sesuai tujuan Tuhan. Jika belum tahu tujuan Tuhan atas hidupmu, bertanyalah kepada-Nya.







0 komentar:
Post a Comment