Tuesday, August 18, 2026

Perubahan Rencana

Pada suatu sore yang cerah sekelompok anjing berkumpul bersama di sebuah gudang beraroma tembakau. Karena tak tahan dengan aromanya, Golden Retriever terpaksa menjadi satu-satunya anggota yang mengenakan masker. Tentu hal ini tak masalah baginya karena dia sudah terbiasa menjadi berbeda atau aneh.

Dia bukan hanya terlalu peka dalam mencium aroma tembakau, dia juga peka dalam menyerap emosi yang ada di sekitarnya. Namun, dia tidak mau mengutarakannya. Saat itu semua anjing telah menempati semua kursi yang tersedia. Lalu datanglah si jantan Cane Corso dan dia melihat bahwa satu-satunya kursi yang tersisa adalah di samping kanan Golden Retriever.

Maka, Cane mulai mengatur ulang posisi duduk semua anjing, kecuali posisi Golden dan Shih Tzu. Mereka berdua sudah sering menentang Cane yang suka mengintimidasi anjing-anjing lemah sehingga Cane tidak mau mengusik mereka.

Golden juga tak mau ambil pusing. Dia tidak mau melihat pengaturannya. Dia berpura-pura sibuk sendiri. Dia berpura-pura tidak mendengar dan tidak tahu menahu tentang semua kebisingan gerakan yang tak perlu itu. Cane lebih banyak menggunakan isyarat tangan untuk mengatur posisi mereka. Dengan sudut matanya Golden melihat bahwa Cane sibuk tunjuk sana sini dan semua anjing yang dikode olehnya segera berpindah posisi.

Poodle kesayangannya pun harus pindah posisi. Dia diminta olehnya untuk duduk di samping kanan Golden. "Dasar tidak peka," pikir Golden. Namun, dia diam saja dan berlagak tak peduli padahal dia tahu Poodle grogi jika harus berada di dekatnya. Poodle tahu bahwa Golden bisa berubah menjadi Doberman jika sedang marah.

Meskipun demikian, mau tak mau Poodle menuruti Cane karena dia lebih segan kepada Cane daripada Golden. Namun, ketika Poodle melihat kursi kosong di samping kanan Cane, dia segera pindah lagi ke samping Cane. Ah, lagi-lagi Cane memintanya untuk kembali duduk di samping kanan Golden.

Dengan kemampuannya menyerap emosi, Golden bisa merasakan kebingungan si jantan Poodle. Namun, Golden justru memasang muka sedatar dinding alias tanpa ekspresi padahal hatinya tertawa geli. "Aneh-aneh saja sih Cane ini. Apa dia ingin Poodle mengawasiku? Salah penempatan lha."

Lantas dia merasakan kegelisahan Poodle yang ada di samping kanannya. Rasanya dia sedang menoleh ke arahnya. Benar saja. Beberapa detik kemudian Poodle bertanya kepadanya, "Bisakah kita bertukar tempat duduk?" Tanpa bicara, Golden langsung berdiri dari kursinya sehingga mereka bisa bertukar posisi.

Di tengah-tengah acara Poodle pun mulai berpindah-pindah posisi. Dia merasa tak nyaman berada di antara dua anjing betina (Golden dan Shih Tzu) yang pernah menentang Cane. Maka, dia mulai menyusup di antara Golden dan si jantan Border Collie untuk berbicara dengan Border dan Golden.

Beberapa menit kemudian dia sudah pindah ke samping kanan si jantan Cane lagi. Selanjutnya, acara pertemuan hari itu berjalan dengan lancar karena Cane sibuk berbincang dengan Poodle. Dia pun tidak banyak melibatkan diri dengan anjing-anjing lain sehingga suasana tetap aman terkendali.

Nah, ketika gelap mulai menyapa, tiba-tiba Merpati berkata kepada Golden, "Bersaksilah kepada Poodle tentang perpindahan kursi". Seketika Golden menjawab, "Ah, hahaha... yang benar saja. Mengapa tidak bilang dari tadi sih?"

Amsal 16:9 (TB) Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi TUHANlah yang menentukan arah langkahnya.

Meskipun begitu, Golden tak mampu menolak permintaan Merpati yang telah begitu baik kepadanya. Sekalipun harus malu, sekalipun takut, sekalipun tak nyaman, sekalipun tak sesuai dengan kepribadiannya, dia akan berusaha mewujudkan permintaan Merpati. Jadi, dia mulai mengirim pesan kepada Poodle.

"Akhir-akhir ini rasanya ada hal-hal yang serba tidak masuk akal. Padahal, sudah kubilang kepada Merpati kalau aku masih suka yang normal dan serba masuk akal.

Tadi masuk akal sih sewaktu Cane tidak mau duduk di sebelahku karena kami emang bagaikan musuh bebuyutan sejak kasus manipulasinya kubongkar.

Tapi, tiba-tiba jadi tidak masuk akal karena Cane berlagak seperti wali kelasku yang suka mengatur tempat duduk orang lain.

Dulu aku sampai dihukum guruku itu cuma gara-gara pindah tempat duduk. 😄"

Lantas Golden dan Merpati tertawa geli. Kata Golden, "Sia-sialah aku berlagak jaim tadi. Sekarang malah membongkar kemampuan rahasiaku dalam menyerap emosinya... hahaha... Bikin malu saja." Namun, tak masalah bagi Golden karena dia sudah terbiasa memasang wajah sedatar dinding… wkwkw…

OLEH DARAH ANAK DOMBA
Sekarang t'lah tiba kes'lamatan dan kuasa dan pem'rintahan Allah kita. Kuasa Dia yang diurapi-Nya kar'na t'lah dilemparkan-Nya para pendakwa kita.
Chorus: Oleh darah anak domba, oleh kesaksian kita iblis dikalahkan. Kuasanya dihancurkan oleh darah Anak Domba.

Golden masih ingat bahwa Poodle pernah jatuh sakit ketika harus pulang malam. Bahkan, ketika Golden meminta Poodle membantunya dalam hal-hal kecil, Poodle juga tidak bisa menuntaskannya. Jadi, sekalipun Golden sudah terbiasa menghadapi hal-hal yang tidak masuk akal, dia tidak mau melibatkan Poodle. Jika Poodle terlihat berteman baik dengan Cane, mungkin saja Cane, si jantan Rottweiler, dan beberapa serigala betina akan menekannya.

Nah, Poodle belum tentu sanggup menghadapi tekanan tersebut. Ketika tekanan itu datang, kemungkinan besar Poodle akan menyalahkan Golden, seperti kebanyakan anjing kecil lainnya. Jadi, untuk saat ini, lebih baik Poodle tetap menjadi anak kesayangan si galak Cane… hehehe…

Yesaya 26:3 (TB) Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya.

0 komentar:

Post a Comment

* Semua Catatan Ibadah di blog ini tidak diperiksa oleh Pengkhotbah terkait.