Sunday, July 5, 2026

Tangan Mana yang Dibanggakan?

Makna Salib
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 5 Juli 2026

"Oh Tuhan, kenapa programnya bermasalah padahal Kau tahu tangan kananku sakit sekali. Jika terus begini, tangan kiriku bisa ikut sakit. Tolong tegur programmernya."

Keesokan harinya program kembali berjalan normal. Padahal, ketika kuminta untuk segera memperbaikinya, pada hari pertama dia berkata, "masih proses pencarian."

Pada hari kedua dia menjawab, "Ini masalah server, bukan program sehingga lama. Kalau masalah program, cepat selesai." Beberapa teman programmer justru menganalisa bahwa masalahnya bukan server, tetapi program. Ini berarti programmernya bermasalah.

Kalau ada masalah program, kukomplain pembuat program (programmer). Jadi, kalau ada masalah dengan programmer yang mungkin sengaja melakukan sabotase agar mendapat tambahan uang lagi, lebih baik komplain kepada pembuat atau pencipta programmernya.

Hehehe... masalah pun cepat selesai padahal katanya lama. Tuhanku memang hebat. Namun, sehebat-hebatnya Dia, tidak semua hal diberikan secara instan. Bahkan, ada yang tidak akan diberikan-Nya karena tak sesuai dengan kehendak-Nya.

2 Korintus 12:9 (TB) Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.

Karena jalan pikiran Tuhan tak terselami, seperti Paulus, aku pun telah berdamai dengan duri dalam dagingku yang kembali bermanifestasi setelah sekian tahun. Jika diminta untuk mengulurkan tangan, mungkin kuulurkan keduanya karena mereka setara. Ketika tangan kananku sakit, suka tidak suka, tangan kiriku akan mengambil alih pekerjaan tangan kanan.

Tangan kiriku tidak akan protes jika harus bekerja melebihi deskripsi pekerjaannya. Maka, aku pun tidak pernah protes jika harus bekerja melebihi deskripsi pekerjaanku. Alhasil, suka tidak suka, bawahanku juga harus mengikuti teladanku... wkwwkw...

Bagiku, bekerja tuh seperti bermain puzzle karena pekerjaanku adalah mengumpulkan kepingan-kepingan puzzle berubah data. Lalu setiap kepingan itu harus kurangkai hingga menjadi suatu gambaran laporan yang utuh. Asyik ya... hahaha...

Nah, kalau kita asyik bermain, biasanya suka lupa waktu toh. Jari-jari tangan kananku tak henti menari di atas keyboard, tahu-tahu rasa nyeri sudah menjalar ke siku kanan lalu ke bahu kanan. Maka, tangan kanan harus rehat dan seketika itu juga tangan kiri mulai beraksi.

Namun, kepala protes karena menyadari bahwa tangan kananku sudah selevel profesor, tetapi tangan kiriku masih selevel kindergarten. Kecepatan dan kemampuannya tentu jauh berbeda. Ketika program bermasalah (tidak bisa menghasilkan laporan), tangan kiri harus kerja ekstra keras copy paste data (satu per satu) dari program ke dalam Ms. Excel. Selain itu, tangan kiri juga belum bisa membubuhkan tanda tangan. Tulisan tangannya pun masih belum rapi dan bisa naik bukit turun lembah... hahaha…

Jika demikian, tangan mana yang mau kubanggakan? Setiap tangan memiliki kelebihan dan kekurangannya. Mungkin yang bisa kubanggakan adalah kesukaran dan penderitaan yang sudah dilalui bersama oleh kedua tanganku ini.

Mazmur 90:10 (TB) Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap.

Mengapa kesukaran dan penderitaan menjadi kebanggan Musa? Karena pada saat tersebut, dia menyadari bahwa semua itu hanya sementara. Dia juga mengalami kuasa Tuhan di tengah kesukaran dan penderitaannya sehingga berhasil menjadi lebih dari pemenang.

Filipi 4:13 (TB) Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

Walau sukar dan menderita, eh kerjasama kedua tanganku masih bisa menghasilkan tulisan sepanjang ini... xixixi... Siapa yang paling berkontribusi? Tangan kanan atau tangan kiri? Hehehe... Sang Pembuat Tangan itulah yang paling berkontribusi. Siapa pembuatnya? Ah, kalau belum kenal Dia, kebangetan deh.

KAU SANGAT KUCINTA
Bersyukur selalu bagi kasih-Mu di dalam hidupku dan tak 'kan kuragu atas rencana-Mu 'tuk masa depanku.
S'bagai Bapa yang baik, tak 'kan pernah Kau melupakanku.
S'bagai Bapa yang sangat baik, tak 'kan pernah Kau meninggalkanku.
Reff: Ku 'kan menari dan bersuka kar'na-Mu oh Yesusku. Dan ku 'kan minum air-Mu bagai rusa rindu selalu. Kuhidup dalam-Mu dan hidup-Mu di dalamku. Oh Yesusku, Kau sangat kucinta.

0 komentar:

Post a Comment

* Semua Catatan Ibadah di blog ini tidak diperiksa oleh Pengkhotbah terkait.