Sunday, July 5, 2026

Makna Salib - Ps. Lukas Wibisono

Salib
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 5 Juli 2026

Mengosongkan Diri

Filipi 2:7 (TB) melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.

Yesus tidak menganggap kesetaraan-Nya dengan Allah sebagai milik yang harus dipertahankan. Dia justru mengosongkan diri-Nya.

Matius 12:10a (TB) Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya.

Jika tangan kanannya mati dan dia kidal, tentu saja yang bisa dia banggakan adalah tangan kirinya yang terlatih.

Matius 12:13 (TB) Lalu kata Yesus kepada orang itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Dan ia mengulurkannya, maka pulihlah tangannya itu, dan menjadi sehat seperti tangannya yang lain.

Ketika Yesus memintanya untuk mengulurkan tangannya, Dia tidak menyebutkan tangan kanan atau tangan kiri. Jika orang itu ingin menyembunyikan kelemahannya, dia akan mengulurkan tangan kirinya yang kuat. Namun, dia tidak ingin pamer dan justru mengulurkan tangan kanannya yang sakit. Seketika tangan kanannya sembuh. Keterbukaan merupakan awal dari pemulihan. Jika kita menyembunyikan kelemahan kita dari Tuhan, bagaimana bisa dipulihkan?

Pernahkah kalian sakit? Pernahkah kalian bertanya, "Kenapa Tuhan memberikan rasa sakit?" Hal ini bukan untuk membuat kita menderita. Contoh: Kita melihat paku lalu mencoba ketajamannya di atas telapak tangan kita, ternyata sakit. Karena hal ini, kita tidak akan meneruskannya. Jika kita tahu bahwa kita salah, jangan terus menerus dilakukan hingga menabrak. Terbukalah kepada Tuhan agar Dia bisa memulihkanmu.

Taat Sampai Mati

Filipi 2:8 (TB) Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

Selain mengosongkan diri, kita juga harus taat sampai mati. Kita harus tetap mengikuti Yesus. Sekali Yesus, selamanya Yesus. Kesalahan orang lain bukan alasan bagi kita untuk berhenti taat. Jika kita tidak mau lagi ke gereja karena kesalahan orang lain, ini merupakan wujud ketidaktaatan kita.

Filipi 2:9 (TB) Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,

Biasanya kita cenderung menghormati orang yang lebih berbobot daripada kita, seperti orang yang memiliki uang lebih banyak atau posisi lebih tinggi daripada kita. Namun, jika kita melihat timbangan jungkat jangkit, seperti timbangan emas, kita bisa melihat bahwa timbangan akan setara jika bobotnya sama.

Namun, jika salah satu timbangan berbobot 10 kg dan timbangan satunya berbobot 5 kg, tentu timbangan berbobot 10 kg akan turun. Jadi, jika kita mengosongkan diri sehingga bobot kita menjadi 0, otomatis kita akan diangkat melebihi orang lain yang berbobot lebih besar daripada kita.

SERUKAN NAMA-NYA
Tuhanku Maha Besar, Tuhanku Maha Kuasa, Raja segala Raja. Dia tak 'kan tergoyahkan, Dia tak 'kan terkalahkan, Dia hidup dan berkuasa.
Chorus: Serukan nama-Nya Yesus Tuhan Raja. Segala kuasa tunduk dalam nama-Nya. Dia luar biasa perkasa mulia. Yesus Nama di atas s'gala nama.

Tangan Mana yang Dibanggakan?

0 komentar:

Post a Comment

* Semua Catatan Ibadah di blog ini tidak diperiksa oleh Pengkhotbah terkait.