Catatan Ibadah ke-1 Minggu 14 Juni 2026
Tema bulan ini tentang keluarga.
Membangun keluarga berarti membangun hubungan. Untuk membangun hubungan,
diperlukan komunikasi yang baik. Tanpa komunikasi, kita tidak akan mengenal
keluarga kita. Ada pasangan yang tiba-tiba bercerai padahal terlihat baik-baik
saja. Sebenarnya hal itu tidak terjadi tiba-tiba. Semua terjadi karena ada
masalah yang sama-sama dipendam dan tidak pernah disampaikan. Istri berjuang
sendiri. Suami berjuang sendiri. Lalu bom waktu meledak dan berakhir dengan
perceraian.
Jarang sekali ada yang mengenal
pasangannya sejak kecil. Mungkin ada yang baru bertemu saat kuliah. Mungkin ada
yang bertemu saat bekerja. Mungkin pula ada yang bertemu di pasar. Karena tidak
mengenal pasangan sejak kecil, mungkin kita akan terkejut terhadap mereka.
Mungkin istri akan terkejut karena baru tahu suaminya begitu. Suami pun mungkin
baru tahu jika istrinya bisa seperti itu. Maka, komunikasi menjadi hal yang
penting.
Amos 3:3 (TB) Berjalankah
dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji?
Tidak semua orang memiliki
karunia profetik hingga bisa membaca isi hati dan pikiran orang lain. Nah,
komunikasi akan membantu kita untuk mengenali isi hati dan pikiran pasangan
kita. Lewat komunikasi kita bisa bertukar pikiran, nilai, gagasan, cara
pandang, dan keyakinan kita.
Ada seorang gembala sidang yang
mengalami masalah komunikasi dengan istrinya. Sekalipun serumah, mereka sudah
tidak sehati dan tidak sepikir. Lantas istrinya menceritakan masalah
keluarganya kepada jemaat. Lambat laun gembala sidang mendengar hal itu. Dia
langsung memukul istrinya. Terjadilah KDRT (Kekerasan dalam Rumah Tangga). Ini
semua terjadi karena komunikasi yang terhambat.
Manusia pertama yang diciptakan
oleh Tuhan dari debu tanah adalah laki-laki. Dari penciptaan hari pertama
hingga hari keenam Tuhan berkata, "Semua baik, baik sekali." Namun,
pada satu titik Tuhan berkata, "Tidak baik jika manusia hidup seorang diri
saja." Ini berarti manusia adalah mahkluk sosial yang membutuhkan orang
lain.
Selanjutnya, wanita diciptakan
dari tulang rusuk laki-laki. Jadi, laki-laki adalah sumber awalnya yang bisa
berkomunikasi dengan Tuhan karena laki-laki ditempatkan di taman Eden setelah
diciptakan. Taman Eden berarti hadirat Tuhan. Maka, tidak wajar jika suami
berkata, "Istriku adalah tiang doa di rumah". Bukan. Tiang doa
seharusnya laki-laki.
Mungkin ada yang pernah mendengar,
"Laki-laki mengandalkan logika, sedangkan wanita mengandalkan emosi. Jika
berbicara tentang kasih, ini hanya milik ibu." Salah. Tiada kasih yang
lebih besar daripada kasih Bapa kita di surga. Jadi, sumber kasih adalah
Bapa.
Bukan hanya ibu yang harus
mengasihi. Bapak pun harus mengasihi sehingga ada ayat yang meminta para bapa
untuk tidak membangkitkan amarah anak. Seorang bapak harus mendidik anaknya
dengan kasih. Jika kenakalan anak meningkat, ini karena kenakalan bapaknya yang
tidak pernah punya waktu untuk berkomunikasi dengan anaknya.
Biasakan mendengar dengan hati,
bukan hanya dengan telinga. Jika istri mulai berbicara berputar-putar,
jangan langsung memarahinya. Biasanya seseorang akan berbicara berputar-putar
karena mencari cara untuk tidak melukai lawan bicara. Karena belum menemukan
caranya, bicaranya jadi berputar-putar.
Pilihlah perkataan yang baik.
Ada seorang suami yang memiliki istri pendek dan gemuk. Suami berkata kepada
istrinya, “Kamu ini seperti risoles. Jika disentil sedikit saja, kamu langsung jatuh
dan menggelinding.” Hal ini membuat istrinya marah. Seorang suami seharusnya
tidak mengucapkan kata-kata yang kasar. Istri bisa terluka. Suami juga bisa terluka.
Karena sama-sama bisa terluka, pilihlah perkataan yang baik.
Di sisi lain ada CEO yang
memperhatikan kehidupan spiritualnya. Dia bekerja di perusahaan pertambangan
batu bara. Suatu hari dia memiliki masalah dan istrinya juga tidak paham
masalah teknis batu bara. Namun, dia berkata kepada istrinya, "Mari kita
berdoa bersama karena aku memiliki masalah dengan pekerjaanku."
Lantas mereka berdoa dalam bahasa
roh dan bahasa Indonesia secara bersama-sama. Tiba-tiba istrinya mengucapkan
doa yang membuat dia menemukan solusi. Dia terkejut karena istrinya bisa
mengatakan hal itu padahal dia tidak paham batu bara. Lalu dia memberitahu
istrinya tentang masalah yang dihadapinya. Jadi, komunikasi membantu mereka
mengatasi masalah dan tantangan secara bersama-sama.
BERTUMBUH BERSAMA
Na~ na~ na~ na na na...
Bersatulah, mari kita bersatu. Bersehati sepikiran runtuhkan tembok yang
merintangi. Bekerjalah, mari kita bekerja. Junjung kasih dan karunia. Gapai
panggilan tertinggi. Tetaplah menyala. Layani sesama. Terus bertumbuh bersama.
Reff: Dalam kasih kita bergerak bersama memenangkan jiwa, menjadi
harapan bagi dunia. Dalam iman, kita 'kan menang bersama. B'ritakan nama-Nya.
Bertumbuh dalam Kristus dan G'reja-Nya.







0 komentar:
Post a Comment