Kamu Anak Siapa?
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 14
Juni 2026
Suatu hari aku membutuhkan bantuan
temanku untuk servis laptop dan minta dia menentukan tarifnya. Dia berkata,
"Siap. Bawa saja ke sini dan aku akan melihatnya dulu." Namun, ketika
kubawa ke tempatnya, dia berkata, "Maaf, aku lupa jika obengku masih
dipinjam orang lain." Keesokan harinya kutanya lagi dan dia berkata,
"Aku masih sibuk bekerja". Ketika kuminta untuk memperbaikinya
selesai bekerja, dia berkata, "Rumahku jauh."
Tanpa karunia profetik, aku
langsung bisa membaca isi hati dan pikirannya, "Aku malas membantumu.
Sekalipun dibayar, aku juga tidak mau karena aku malas. Namun, aku tetap ingin
terlihat baik di matamu." Orang-orang seperti ini akan sering kita jumpai
di sekitar kita. Jadi, kita akan memahami mereka karena sudah terbiasa dengan
cara penolakan mereka yang halus, tetapi hatinya tentu saja tak sehalus
perkataannya.
Amsal 12:24 (TB) Tangan
orang rajin memegang kekuasaan, tetapi kemalasan mengakibatkan kerja paksa.
Jadi, tanpa bicara lebih lanjut,
aku meminta bantuan orang kedua. Sat set cuan. Orang itu langsung
bertindak dan kami sama-sama senang. Jadi, jika tidak mau membantu seseorang,
sebaiknya kita langsung menolaknya daripada memberikan harapan palsu. Sekalipun
ingin terlihat baik di mata orang lain, kita bisa tetap terlihat buruk jika
perkataan kita hanyalah omong kosong.
Matius 5:37 (BIMK) Katakan
saja ‘Ya’ atau ‘Tidak’ -- lebih dari itu datangnya dari si Iblis.”
Tindakan nyata jauh lebih
bermakna daripada perkataan baik yang tidak pernah ditepati. Orang yang
kedua justru bisa lebih dipercaya daripada orang yang pertama. Orang yang
terakhir justru bisa menjadi yang terdahulu karena tindakannya sejalan dengan
perkataannya. Jika aku membutuhkan bantuan lagi, tentu kucari orang yang kedua.
Sementara itu, ada pahlawan
kesiangan yang tiba-tiba memberikan solusi idealis untuk mencegah masalah.
Namun, solusinya tidak tepat sasaran karena tidak sesuai realita. Meskipun
demikian, dia bersikukuh bahwa dia sudah memutuskannya setelah berdiskusi
secara mendalam dengan chat gpt berjalan.
Ah, pantas saja solusinya tidak
bisa diterapkan karena chat gpt berjalan bukanlah praktisi di bidang
tersebut. Dia hanya copy paste (copas) tulisan chat gpt
tanpa melihat realita. Jika melihat hasil pembicaraan mereka, kuyakin mereka
tidak berdiskusi secara mendalam. Mereka pasti berdiskusi panjang lebar dan
berputar-putar hingga hubungan manipulasi mereka terasa makin mendalam.
* Kendala apa saja yang kalian hadapi?
* Apa saja yang telah kalian lakukan untuk menyelesaikannya?
Setelah bertanya kepada para praktisi tersebut, barulah dia bisa melihat kesenjangan yang jauh antara harapan dan realita. Jadi, tidak bisa jika dia tiba-tiba memberi solusi tanpa melihat realita. Hasilnya ya hanya khayalan belaka.
Si pahlawan kesiangan tidak punya
waktu untuk melihat ke bawah dan terlalu sibuk mendongak ke atas. Lalu percaya
begitu saja dengan perkataan chat gpt berjalan. Jadi, dia seperti
orang yang menyiramkan air garam ke atas luka terbuka. Maka, kusajikan
realita yang menyakitkan, “Lihatlah fakta-fakta ini. Semua hasil diskusimu yang
mendalam dengan chat gpt berjalan tidak bisa menyelesaikan masalah ini.
Kami sudah berusaha menanganinya, tetapi hasilnya masih jauh dari harapan.”
Aku pernah merekrut dosen sebagai
akuntan perusahaan. Secara teori, dia sangat baik, tetapi dia tidak bisa
mempraktekkan teorinya. Jadi, kalau ada masalah dalam suatu bidang, aku lebih
suka mencari bantuan praktisi daripada guru atau dosen. Contoh: Ketika laptop
bermasalah, aku lebih suka mencari teknisi daripada dosen atau guru komputer.
Teknisi lebih mampu menyelesaikan masalah laptop daripada dosen atau guru
komputer.
Sayangnya, si pahlawan kesiangan
berbeda pola pikir denganku. Dia lebih suka menyelesaikan masalah dengan
meminta bantuan orang-orang yang pintar berteori dan malas, seperti chat gpt
berjalan. Ah, berkomunikasi dengan orang yang sangat jauh berbeda dengan
kita tuh termasuk pikul salib. Berat rasanya. Jika tidak bisa menghindari
hubungan dengan orang-orang seperti mereka, kita hanya bisa berdoa,
"Terjadilah seturut kehendak Tuhan."
Matius 26:42 (TB)
Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku
jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah
kehendak-Mu!"
主祷文
我们在天上的父, 愿人都尊祢的名为圣,
愿祢的国降临, 愿祢的旨意行在地上, 如同行在天上.
我们日用的饮食, 今日赐给我们,
免我们的债, 如同我们免了人的债,
不叫我们遇见试探, 救我们脱离凶恶.
因为国度, 权柄, 荣耀, 全是祢的, 直到永远.
阿们!







0 komentar:
Post a Comment