Sunday, May 10, 2026

The Divine Frequency ~ Ps. Frederick Abel

Catatan Ibadah ke-1 Minggu 10 Mei 2026

Yohanes 4:23-24 (TB) Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."

Minggu lalu kebenarannya sudah dibahas. Jadi, minggu ini akan membahas tentang roh. Ketika Tuhan menciptakan manusia, Dia terlebih dahulu menciptakan tubuh. Agar tubuh manusia menjadi hidup, Tuhan menghembuskan nafas atau Roh ke dalam tubuh. Roh tidak memiliki batasan ruang dan waktu, sedangkan tubuh memiliki batasan. Contoh: Sekalipun pintu gereja ditutup, Roh tetap bisa masuk.

Sebenarnya Roh dan tubuh tidak bisa bersatu karena perbedaan karakteristik tersebut. Namun, di dalam tubuh manusia juga ada jiwa. Jiwa merupakan penghubung antara tubuh dan Roh. Ini seperti televisi yang membutuhkan konektor untuk menghubungkan AV dengan HDMI.

Di dalam jiwa ada pikiran, perasaan, dan kehendak. Ketiganya disebut hati. Jadi, hati (bukan liver) terletak di dalam jiwa. Salah satu cara berhubungan langsung dengan Tuhan adalah melalui Roh.

Amsal 20:27 (TB) Roh manusia adalah pelita TUHAN, yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya.

Roh adalah cahaya Tuhan yang bisa menyelidiki seluruh diri kita. Jika kita tidak menjaga kekuatan Roh dengan berdoa, menyembah, dan mendengarkan firman Tuhan, Roh kita akan lemah. Jika Roh kita lemah, ada selubung yang membuat kita tidak bisa mendengar suara Tuhan. Nah, iblis tidak suka kita terhubung dengan Tuhan. Jadi, dia akan berusaha mencuri atau membunuh iman kita. Namun, Tuhan datang memberi kita hidup dalam segala kelimpahan.

Amsal 4:23 (TB) Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

Menurut bahasa Indonesia sehari-hari, ayat tersebut berpesan, "Jagalah hatimu baik-baik karena hatimu akan menentukan jalan hidupmu." Jika tidak mengisi hati kita dengan firman Tuhan, doa, dan penyembahan, iblis bisa menyerang kita dengan mudah.

Cara iblis menyerang kita adalah melalui panca indera. Contoh: Kita melihat orang lain membeli mobil baru lalu kita iri kepadanya. Namun, jika hati kita sudah dipenuhi oleh Roh, tentulah hal-hal jahat tidak bisa mempengaruhi kita. Jika hati kita jahat, jahatlah perbuatan kita. Namun, jika hati kita baik, tentu baik jugalah perbuatan kita.

Jika hatimu dipenuhi kepahitan, jangan minta pendeta untuk mendoakanmu. Justru ini tugasmu untuk menyembuhkannya sendiri dengan cara berdoa dan menyembah Tuhan.

Roh bisa menembus jiwa. Bahkan, bagi beberapa orang, Roh bisa memasuki tubuhnya hingga mereka jatuh atau rebah pada saat mengalami jamahan-Nya. Namun, Roh tidak bisa memenuhi kita jika kita tidak mau mengisi hati kita dengan doa dan penyembahan yang benar kepada Tuhan. Memang sebagai manusia kita tidak bisa benar di hadapan Tuhan. Namun, karena darah Kristus, kita menjadi orang yang dibenarkan.

1 Korintus 14:4 (TB) Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat.

Andrew B. Newberg meneliti dan melihat bahwa orang yang berbahasa roh tidak menggunakan pikirannya sendiri. Ketika diminta berkata, "Na na na", otak akan memikirkan ini. Namun, ketika berbahasa roh, tidak ada aktivitas otak. Hal ini membuktikan bahwa bahasa roh bukan berasal dari pikiran manusia.

Tanpa roh yang kuat, kita tidak akan punya kuasa. Jam berapa kamu bangun? Mungkin jam 10 sehingga tidak sempat berdoa. Padahal, kita bisa berdoa dimana saja. Kita pun bisa berdoa sambil bekerja. Namun, tentu lebih baik jika kita meluangkan waktu khusus untuk berdoa dan menyembah Tuhan.

Cara Menjaga Roh, yaitu:
1. Super jaga hati dari semua hal yang masuk.
2. Menyembah dan berdoa dengan sungguh-sungguh secara konsisten.

Ketika kita sedang sedih lalu mendengar lagu rohani yang tepat, seringkali kita menangis. Apakah kita menangis karena lirik lagunya sangat tepat dengan situasi kita? Apakah kita menangis karena musiknya melow? Apakah kita menangis karena merasakan jamahan Tuhan? Jika kita tidak bisa merasakan jamahan Tuhan, tidak akan ada yang berubah. Namun, jika kita sungguh-sungguh menyembah Tuhan, ketika keluar dari ruang doa, kita tidak akan pernah sama lagi.

SAAT KUMENYEMBAH-MU
Saat kumenyembah-Mu, Roh-Mu bekerja. Saat kumemuji-Mu, Kau bertahta di atas pujian.
Chorus: Kuangkat hatiku, kupandang kekudusan-Mu. Saat kusembah, kupuji-Mu, kurasakan kehadiran-Mu Tuhan.
Ending: Kurasakan kehadiran-Mu Tuhan. Kurasakan kehadiran-Mu Tuhan.

Kamu Bangun Jam Berapa?

0 komentar:

Post a Comment

* Semua Catatan Ibadah di blog ini tidak diperiksa oleh Pengkhotbah terkait.