Catatan Ibadah ke-1 Minggu 10 Mei 2026
Yohanes 4:23-24 (TB) Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang,
bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran;
sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan
barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."
Minggu lalu
kebenarannya sudah dibahas. Jadi, minggu ini akan membahas tentang roh. Ketika
Tuhan menciptakan manusia, Dia terlebih dahulu menciptakan tubuh. Agar tubuh
manusia menjadi hidup, Tuhan menghembuskan nafas atau Roh ke dalam tubuh. Roh
tidak memiliki batasan ruang dan waktu, sedangkan tubuh memiliki batasan.
Contoh: Sekalipun pintu gereja ditutup, Roh tetap bisa masuk.
Sebenarnya Roh dan
tubuh tidak bisa bersatu karena perbedaan karakteristik tersebut. Namun, di
dalam tubuh manusia juga ada jiwa. Jiwa merupakan penghubung antara tubuh dan
Roh. Ini seperti televisi yang membutuhkan konektor untuk menghubungkan AV
dengan HDMI.
Di dalam jiwa ada
pikiran, perasaan, dan kehendak. Ketiganya disebut hati. Jadi, hati (bukan
liver) terletak di dalam jiwa. Salah satu cara berhubungan langsung dengan
Tuhan adalah melalui Roh.
Amsal 20:27 (TB) Roh manusia adalah pelita TUHAN, yang menyelidiki
seluruh lubuk hatinya.
Roh adalah cahaya
Tuhan yang bisa menyelidiki seluruh diri kita. Jika kita tidak menjaga kekuatan
Roh dengan berdoa, menyembah, dan mendengarkan firman Tuhan, Roh kita akan
lemah. Jika Roh kita lemah, ada selubung yang membuat kita tidak bisa mendengar
suara Tuhan. Nah, iblis tidak suka kita terhubung dengan Tuhan. Jadi, dia akan
berusaha mencuri atau membunuh iman kita. Namun, Tuhan datang memberi kita
hidup dalam segala kelimpahan.
Amsal 4:23 (TB) Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari
situlah terpancar kehidupan.
Menurut bahasa Indonesia sehari-hari, ayat tersebut berpesan, "Jagalah hatimu baik-baik karena hatimu akan menentukan jalan hidupmu." Jika tidak mengisi hati kita dengan firman Tuhan, doa, dan penyembahan, iblis bisa menyerang kita dengan mudah.
Cara iblis menyerang
kita adalah melalui panca indera. Contoh: Kita melihat orang lain membeli mobil
baru lalu kita iri kepadanya. Namun, jika hati kita sudah dipenuhi oleh Roh,
tentulah hal-hal jahat tidak bisa mempengaruhi kita. Jika hati kita jahat,
jahatlah perbuatan kita. Namun, jika hati kita baik, tentu baik jugalah
perbuatan kita.
Jika hatimu dipenuhi kepahitan,
jangan minta pendeta untuk mendoakanmu. Justru ini tugasmu untuk
menyembuhkannya sendiri dengan cara berdoa dan menyembah Tuhan.
Roh bisa menembus
jiwa. Bahkan, bagi beberapa orang, Roh bisa memasuki tubuhnya hingga mereka
jatuh atau rebah pada saat mengalami jamahan-Nya. Namun, Roh tidak bisa
memenuhi kita jika kita tidak mau mengisi hati kita dengan doa dan penyembahan
yang benar kepada Tuhan. Memang sebagai manusia kita tidak bisa benar di
hadapan Tuhan. Namun, karena darah Kristus, kita menjadi orang yang dibenarkan.
1 Korintus 14:4 (TB) Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia
membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun
Jemaat.
Andrew B. Newberg
meneliti dan melihat bahwa orang yang berbahasa roh tidak menggunakan
pikirannya sendiri. Ketika diminta berkata, "Na na na", otak akan
memikirkan ini. Namun, ketika berbahasa roh, tidak ada aktivitas otak. Hal ini
membuktikan bahwa bahasa roh bukan berasal dari pikiran manusia.
Tanpa roh yang kuat,
kita tidak akan punya kuasa. Jam berapa kamu bangun? Mungkin jam 10
sehingga tidak sempat berdoa. Padahal, kita bisa berdoa dimana saja. Kita pun
bisa berdoa sambil bekerja. Namun, tentu lebih baik jika kita meluangkan waktu
khusus untuk berdoa dan menyembah Tuhan.
Cara Menjaga Roh,
yaitu:
1. Super jaga hati dari semua
hal yang masuk.
2. Menyembah dan berdoa dengan sungguh-sungguh secara konsisten.
Ketika kita sedang
sedih lalu mendengar lagu rohani yang tepat, seringkali kita menangis. Apakah
kita menangis karena lirik lagunya sangat tepat dengan situasi kita? Apakah
kita menangis karena musiknya melow? Apakah kita menangis karena
merasakan jamahan Tuhan? Jika kita tidak bisa merasakan jamahan Tuhan, tidak
akan ada yang berubah. Namun, jika kita sungguh-sungguh menyembah Tuhan,
ketika keluar dari ruang doa, kita tidak akan pernah sama lagi.
SAAT KUMENYEMBAH-MU
Saat
kumenyembah-Mu, Roh-Mu bekerja. Saat kumemuji-Mu, Kau bertahta di atas pujian.
Chorus: Kuangkat hatiku, kupandang kekudusan-Mu. Saat kusembah,
kupuji-Mu, kurasakan kehadiran-Mu Tuhan.
Ending: Kurasakan kehadiran-Mu Tuhan. Kurasakan kehadiran-Mu Tuhan.







0 komentar:
Post a Comment