Thursday, May 14, 2026

Menutup Celah Kekecewaan ~ Ps. Lukas Wibisono

Catatan Ibadah Kenaikan Yesus, Kamis 14 Mei 2026

Ketika Yesus terangkat ke sorga, ini peristiwa yang sangat mulia karena tidak semua orang bisa pergi ke sorga. Bahkan, peristiwa kenaikan Yesus ini disaksikan oleh banyak orang. Tidak ada orang yang mau mati demi kebohongan. Jika terdesak, mereka pasti menceritakan kebenarannya. Namun, saksi-saksi tersebut bersedia menderita hingga mati demi kebenaran ini. Jadi, kenaikan Yesus ke surga adalah benar.

Kisah Para Rasul 1:6 (TB) Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?"

Orang Israel berharap Yesus membebaskan mereka dari penjajahan. Namun, hal ini tidak Yesus lakukan. Dia hanya menjawab bahwa kita tidak perlu mengetahui waktu-Nya.

Kisah Para Rasul 1:7 (TB) Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.

Ketika harapan tak sesuai realita, seringkali kita menjadi kecewa. Ini seperti yang dialami oleh Yohanes Pembaptis. Ketika dia dipenjara, dia meminta muridnya bertanya kepada Yesus, "Kaukah yang kami nantikan?" Lantas Yesus mengingatkan tentang semua mujizat yang dilakukan-Nya. Kemudian Dia juga berpesan agar Yohanes tidak kecewa (sekalipun harapannya tidak sesuai realita).

Matius 11:6 (TB) Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku."

Agar kita tidak kecewa, kita harus kalibrasi harapan kita. Namun, bukan dengan cara berhenti berharap karena setiap orang perlu berharap. Ubah harapan kita. Jangan mengharapkan kenyamanan untuk diri sendiri. Berharaplah untuk memuliakan Tuhan dalam segala keadaan karena Tuhan suka memuliakan nama-Nya.

Kisah Para Rasul 1:8 (TB) Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

Tuhan juga memberikan janji kepada kita, tetapi seringkali ada kesenjangan antara janji dengan realita. Ada masa tunggu yang harus kita lewati hingga janji itu digenapi.

Kisah Para Rasul 1:9 (TB) Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.

Ketika menantikan janji itu, kita tidak bisa melamun saja (menatap awan). Lantas malaikat menegur para murid yang tetap bengong menatap langit ketika Yesus sudah menghilang dari pandangan mereka.

Kisah Para Rasul 1:10-11 (TB) Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."

Karena ditegur malaikat, mereka segera melakukan perintah yang telah Yesus sampaikan kepada mereka. Sebelum Yesus ke sorga, mereka telah diminta untuk menunggu kuasa dari-Nya lewat pencurahan Roh Kudus.

Kisah Para Rasul 1:14 (TB) Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.

Perintah pertama yang harus dikerjakan oleh para murid adalah berdoa. Jadi, berdoa merupakan salah satu tindakan nyata, bukan do nothing.

Selanjutnya, Tuhan telah memberi kita berkat sesuai dengan porsi kita. Berkat yang Tuhan berikan bisa diumpamakan seperti minuman dalam sebuah botol. Isi botol mungkin hanya setengah, tetapi kita berharap isinya penuh. Padahal, Tuhan memberi sesuai kapasitas kita. Jika kita merasa berkat Tuhan kurang, kata Tuhan, "Bekerjalah! Jangan hanya berdoa, tetapi bekerjalah! Pergilah kepada semut dan belajarlah bekerja seperti semut."

Amsal 6:6-8 (TB) Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak: biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya, ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen.

Jika kita hanya digaji dua juta, tetapi Tuhan menjanjikan 20 juta, jangan melamun saja, tetapi bekerjalah. Jadi, ketika ada kesenjangan antara janji dengan realita, jangan hanya melamun, tetapi lakukan perintah Tuhan. Jika ingin diberkati, taatlah!

YESUS HIDUP DIA BANGKIT
Kuasa maut telah dikalahkan oleh darah Anak Domba Allah. Semua musuh telah ditaklukkan oleh kebangkitan Tuhan kita.
Reff: Yesus hidup, Dia bangkit. Dia naik ke Surga, siapkan tempat bagiku. Yesus hidup, Dia bangkit. Maut telah dipatahkan, kita jadi lebih dari pemenang.

Berbicara dengan Dinding

0 komentar:

Post a Comment

* Semua Catatan Ibadah di blog ini tidak diperiksa oleh Pengkhotbah terkait.