Catatan Ibadah ke-1 Minggu 24 Mei 2026
Kisah Para Rasul 2:2-3 (TB) Tiba-tiba turunlah dari langit suatu
bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka
duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang
bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.
Pada hari
Pentakosta hanya ada 120 orang yang hadir di loteng atas untuk menantikan
pencurahan Roh Kudus. Padahal, Tuhan menjanjikannya kepada 500 orang. Jadi,
tidak sampai setengah yang tetap taat menunggu janji-Nya. Pada hari itu orang
Yahudi juga berkumpul untuk merayakan hari raya mereka. Namun, lidah-lidah api
itu hanya bisa dilihat oleh 120 orang yang memang menantikan kehadiran Roh
Kudus.
Baptisan air
dilakukan oleh hamba Tuhan, tetapi baptisan Roh Kudus dilakukan oleh Tuhan
sendiri. Di Nepal ada sekitar 2000 orang yang belum pernah mendengar tentang
Injil, tetapi tiba-tiba mereka mengalami baptisan Roh Kudus sehingga bisa
berbahasa roh secara bersama-sama.
Kisah Para Rasul 2:4 (TB) Maka penuhlah mereka dengan Roh
Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti
yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.
Karena kuasa Roh
Kudus, Petrus berkhotbah di depan 3000 orang dan semuanya bertobat. Padahal,
sebelumnya Petrus takut dan menyangkal Yesus. Karena kuasa Roh Kudus, mereka
juga bisa berkata-kata dalam bahasa lain tanpa diterjemahkan oleh AI.
Sebelum
pencurahan Roh Kudus, kuasa Tuhan diberikan kepada orang-orang tertentu,
seperti Musa dan Elia. Orang lain tidak bisa melihatnya. Namun, pencurahan Roh
Kudus diberikan kepada komunitas. Jadi, dari Kisah Para Rasul 2, penulis Lukas
tidak lagi menggunakan kata saya, tetapi mereka.
Mereka adalah
kita. Pencurahan Roh Kudus yang dialami oleh jemaat
mula-mula juga diberikan kepada kita. Jika kita tetap berada dalam komunitas,
api Roh Kudus akan tetap menyala. Yudas mati bunuh diri karena mengisolasi
diri. Sementara itu, Petrus tidak sampai bunuh diri karena setelah menyangkal
Yesus, dia masih kembali ke komunitas. Ini sebabnya Petrus bisa dipulihkan.
Lukas 11:11-13 (TB) Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta
ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan? Atau,
jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking? Jadi jika kamu
yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu
yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta
kepada-Nya."
Jika kita tidak yakin dengan roh yang kita terima, ingatlah ayat tersebut. Seorang ayah tidak mungkin memberikan kalajengking kepada anaknya yang minta telor. Jadi, jika kita meminta Roh Kudus, tentu Bapa di surga tidak akan memberikan roh-roh lain kepada kita, tetapi Dia pasti memberikan Roh Kudus kepada kita.
Pak Sam
mengadakan marriage counseling kepada beberapa pasangan. Dia mengajar
mereka cara makan malam karena banyak pasangan yang sudah lebih dari 10 tahun
menikah lupa etika makan. Meskipun makan di restoran, masing-masing sibuk
dengan ponselnya. Jadi, mereka harus diajari ulang cara berkencan.
Di antara mereka
ada yang sudah berniat untuk bercerai. Masing-masing sudah menandatangani surat
cerai dari pengacara mereka yang disimpan di dalam tasnya. Mereka berpikir
untuk menjadikan marriage counseling sebagai upaya terakhir sebelum
bercerai supaya mereka bisa berkata, "Segala cara telah kami tempuh untuk
menyelamatkan pernikahan kami." Namun, pada akhir acara mereka justru
merobek surat cerai tersebut.
Ketika ada
masalah, seharusnya kita berdoa. Beberapa waktu
lalu pak Sam tak tahu harus berbuat apa ketika mendengar sekelompok pendeta
Pakistan ditahan. Para pengacara mereka pun telah menyerah. Maka, pak Sam
menggerakkan sekelompok orang untuk berdoa bersama.
Lalu beberapa hari
kemudian salah satu pendeta yang ditahan menelepon dia. Katanya, "Ketika
lututku akan dibor, tiba-tiba ada yang menelepon orang itu. Lalu dengan
ketakutan, orang itu segera mengusir kami semua keluar dari penjara." Ini semua
terjadi karena doa. Jadi, senantiasa berdoalah! Karena Roh Kudus, sekalipun kita manusia biasa, kita bisa memiliki “mesin” yang luar biasa di dalam diri kita.
ANGGUR BARU
Roh Kudus tercurah di tempat
ini. Urapan-Nya yang ajaib memulihkan umat-Nya. Roh Kudus tercurah bagi
g'reja-Nya, Membangkitkan umat pilihan-Nya.
Pre-Chorus: Hari inilah harinya Tuhan, Saat pembebasan tiba. Belenggu
dosa t'lah dipatahkan, Mari bersorak bagi Dia.
Chorus: Anggur baru tercurah penuhi Umat-Nya dengan sukacita. Minyak baru
tercurah urapi Umat-Nya nyata kuasa-Nya.







0 komentar:
Post a Comment