Api yang Turun
Catatan Ibadah
ke-1 Minggu 24 Mei 2026
"Mereka
adalah kita". Kata-kata ini bukan hanya diucapkan oleh pak Sam. Beberapa
waktu lalu kudengar kata-kata semacam ini dituliskan oleh beberapa orang di
media sosial.
Pengkhotbah 3:16 (TB) Ada lagi yang kulihat di bawah matahari:
di tempat pengadilan, di situ pun terdapat ketidakadilan, dan di tempat
keadilan, di situ pun terdapat ketidakadilan.
Ada pebisnis muda
yang menghadapi tuntutan hukum tidak masuk akal setelah dia berjuang untuk
kemajuan pendidikan bangsa. Bahkan, dia telah menciptakan lapangan kerja yang
inovatif untuk menolong rakyat kecil. Namun, dia malah dikambinghitamkan oleh
sekelompok orang. Meskipun demikian, di tengah rasa sakitnya dia masih
memperjuangkan perkara orang lain yang senasib dengannya. Lalu beberapa orang
menulis, "Dia adalah kita, yang pernah bermimpi untuk berkontribusi
bagi bangsa."
Pengkhotbah 3:17 (TB) Berkatalah aku dalam hati: "Allah
akan mengadili baik orang yang benar maupun yang tidak adil, karena untuk
segala hal dan segala pekerjaan ada waktunya."
Sekalipun aku
tidak mengenal mereka, aku dapat merasakan beratnya tekanan yang mereka hadapi.
Sejak minggu lalu kepalaku terasa sangat berat seperti ada tangan tak terlihat
yang menekannya.
Amsal 29:26 (TB) Banyak orang mencari muka pada pemerintah,
tetapi dari TUHAN orang menerima keadilan.
Kupikir tekanan
berat yang kurasakan disebabkan oleh mataku yang kering dan sangat lelah.
Namun, di gereja tekanan di kepalaku makin lama makin berkurang sekalipun aku
tidak ikut altar call dan mataku masih lelah. Ini berarti tekanan di
kepalaku bisa jadi disebabkan oleh kemampuanku untuk merasakan tekanan emosi
mereka.
INFJ dikenal sebagai emotional sponge karena mereka tidak hanya mengamati, tetapi juga menyerap emosi orang lain ke dalam diri mereka sendiri. INFJ sering kesulitan membedakan antara emosi diri sendiri dan emosi orang lain. INFJ bisa merasakan emosi orang lain sebagai emosinya sendiri. Alhasil, INFJ bisa sangat lelah jika terlalu banyak menyerap emosi negatif. Nah, kelelahan emosi ini bisa menguras energi pula. Jadi, mengisolasi diri seringkali sangat membantu para INFJ untuk menjernihkan emosi mereka… xixixi…
Ketika mendengar
berita negatif selama satu menit, INFJ bisa membutuhkan waktu sehari untuk
melepaskan emosi tersebut. Jadi, mereka harus sering-sering mengisolasi diri
karena banyak orang, termasuk orang Kristen, suka sekali menceritakan karya iblis.
Namun, seberapa banyak orang Kristen yang terbeban untuk mendoakan mereka
yang menjadi korban iblis? Tidak banyak.
Banyak orang tak
ingin ketinggalan berita negatif. Lalu mereka menyebarkan berita tersebut
dengan alasan untuk mencegah orang lain mengalami hal seperti itu. Ah, kalau sudah
sangat lelah, kuhanya bisa menjawab, “Berhentilah menyebarkan cerita tentang
karya iblis! Lebih baik berdoa saja agar terhindar dari segala yang jahat.”
Jika sudah sangat
lelah, aku pun mengabaikan telepon teman yang suka curhat hingga berjam-jam
lamanya. Lebih tepatnya dia menelepon untuk berkeluh kesah tentang berbagai hal
yang terjadi di sekelilingnya. Sekalipun kukatakan bahwa masalahnya bukan
mereka, tetapi dirinya sendiri, dia tetap berusaha meyakinkanku bahwa dialah
korbannya. Ah, capek toh. Hal semacam ini membutuhkan energi ekstra.
Maka, dengan terus
terang kukirim pesan, “Aku lelah dan perlu banyak istirahat. Silahkan chat
saja jika perlu.” Selanjutnya, terserah dia percaya atau tidak karena aku masih
manusia biasa yang tetap perlu istirahat sekalipun punya Roh Kudus yang luar
biasa.
KUMILIK-MU
Intro: Dalam kesesakanku kau beri
kedamaian-Mu. Dalam keraguan kutemukan wajah-Mu. Karena pengorbanan-Mu Kau jadikanku baru. Sungguh kuterkagum amanku di dalam-Mu Yesus.
Chorus: Kau membuatku sesuai rencana-Mu. Kau memegang setiap musim hidupku. Kuserahkan semua kekhawatiranku, ′ku milik-Mu.
Bridge: Karena pengorban-Mu Kau jadikanku baru. Sungguh 'ku terkagum amanku di dalam-Mu Yesus
Semua kekuranganku Kau pun tahu. Tetap kau pandang indah dalam-Mu. Kuangkat
tanganku dan berseru, kumilik-Mu.
Verse: I am Yours now forever in your grace I surrender. You are mine
now forever. I′m alive in Your wonder. I am Yours now forever in your grace I
surrender. You are mine now forever. I'm alive in Your wonder. I am Yours now
forever in your grace I surrender. You are mine now forever. I'm alive in Your
wonder.







0 komentar:
Post a Comment