Sunday, April 19, 2026

Biblical Hope ~ Ps. Antoni Moelyono

Catatan Ibadah ke-1 Minggu 19 April 2026

Mazmur 137:1-2 (TB) Di tepi sungai-sungai Babel, di sanalah kita duduk sambil menangis, apabila kita mengingat Sion. Pada pohon-pohon gandarusa di tempat itu kita menggantungkan kecapi kita.

Biblical Hope (Harapan Alkitabiah) tercermin di dalam Mazmur 137:1-6. Saat itu bangsa Israel dibuang ke Babel. Lalu mereka menangisi keadaan mereka di tepi sungai Babel karena mereka mengingat keadaan mereka di Sion. Sion berbicara tentang Yerusalem. Yesus pun pernah menangisi Yerusalem karena Dia tahu bahwa Yerusalem akan dihancurkan. Bangsa Israel disindir oleh musuh mereka untuk menyanyikan nyanyian sukacita.

Mazmur 137:3-4 (TB) Sebab di sanalah orang-orang yang menawan kita meminta kepada kita memperdengarkan nyanyian, dan orang-orang yang menyiksa kita meminta nyanyian sukacita: "Nyanyikanlah bagi kami nyanyian dari Sion!" Bagaimanakah kita menyanyikan nyanyian TUHAN di negeri asing?

Rasanya tidak mungkin bagi mereka untuk menyanyikan nyanyian sukacita di Babel. Seringkali kita pun cenderung ingin menyanyikan lagu melow ketika sedang sedih. Seharusnya daripada menyanyikan lagu melow, kita perlu menyanyikan lagu rohani. Ini karena Tuhan senantiasa menyertai kita, seperti Dia menyertai bangsa Israel di Babel. Tuhan juga berjanji akan membawa mereka kembali ke Yerusalem setelah 70 tahun.

Mazmur 137:5-6 (TB) Jika aku melupakan engkau, hai Yerusalem, biarlah menjadi kering tangan kananku! Biarlah lidahku melekat pada langit-langitku, jika aku tidak mengingat engkau, jika aku tidak jadikan Yerusalem puncak sukacitaku!

70 tahun terlalu lama. Seringkali kita meminta Tuhan untuk memberikan diskon. Namun, Tuhan tidak memberikan diskon yang kita minta. Dia hanya berjanji untuk menyertai.

Tiga Hal Penting tentang Biblical Hope:

1. Biblical Hope membuat kita menghadapi kenyataan, bukan lari dari kenyataan. Seringkali kita ingin lari dari kenyataan yang tidak sesuai dengan keinginan kita. Kita pun ingin lari kemana-mana, tetapi Tuhan ingin kita menghadapi kenyataan.

2. Biblical Hope bukanlah pepesan kosong, melainkan harapan akan sukacita yang nyata. Karena hal ini, setiap kali orang Israel bertemu, mereka akan berkata, "Sampai jumpa tahun depan di Yerusalem." Lalu ada pujangga yang menulis puisi tentang kerinduan Israel untuk pulang kembali ke Yerusalem. Selanjutnya, puisi ini menjadi lagu kebangsaan mereka. Tahun demi tahun janji Tuhan mulai digenapi. Jika kita membaca kitab Wahyu, salah satu tandanya adalah kembalinya Israel ke Yerusalem.

3. Biblical Hope bersandar kepada Tuhan yang berfirman dan berjanji.

Amsal 23:18 (TB) Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.

Cara Hidup sesuai Biblical Hope, yaitu:

1. Melekat kepada Firman Tuhan. Ada orang yang meninggal karena leukemia pada umur 40 tahunan. Kadang imannya kuat, tetapi kadang imannya lemah. Namun, menjelang akhir hidupnya, ketika dokter sudah angkat tangan, dia berkata, "Jika aku harus meninggalkan dunia ini, aku yakin aku akan dibangkitkan bersama Kristus."

2. Tetap Kerjakan Tugas yang telah Diberikan kepada kita. Bangsa Israel tidak lari dari kenyataan dan mereka tetap mengerjakan tugasnya hingga ada yang menjadi pejabat dan beranak cucu di sana.

3. Jangan Mengkompromikan Kebenaran dengan Hal-hal Pragmatis. Jika kita bisa tetap beriman kepada Tuhan hingga akhir, ini adalah kasih karunia sehingga tidak boleh ada yang memegahkan diri.

Ada beberapa orang yang kehilangan iman pada saat-saat terakhirnya. Dia bertanya, "Dimana Tuhan?" Padahal, selama hidupnya dia sangat aktif melayani Tuhan dan hampir tiap hari dia maha hadir di gereja. Kita tidak perlu menghakiminya karena kita pun bisa mengalami hal yang sama ketika dalam pergumulan. Oleh karena itu, kita harus senantiasa meminta kasih karunia Tuhan agar bisa tetap beriman kepada-Nya hingga akhir tutup usia.

INDAH pada WAKTU-NYA
Bait 1: Mungkin kau pernah merasakan saat kau kehilangan, hampa tiada harapan, hanya Yesus Sumber Kekuatan. Takkan sedetik pun kau Dia ‘kan lepaskan. S’tiap keluhan Dia dengarkan. Dalam Yesus ada jawaban. Takkan pernah Dia biarkan kau larut dalam penyesalan.
Reff: Menangis pun semua t'lah terjadi. Yang hilang tak mungkin kembali. Hanya Tuhan yang tahu semua niat dalam hati. Harap percaya hanya pada-Nya. Tetapkan hati hanya pada-Nya. Bersama Yesus s’lalu ada sukacita. Dia hapus air mata yang terluka.
Bait 2: Mungkin kau pun pernah mengalami jalani hidup sendiri yang tak pasti. Hanya Yesus Sumber Pengharapan, tempat jawaban setiap permohonan. Yang lalu biarlah berlalu. Jangan pernah disesali. Dia Tuhan yang mengubahkan buat hidup lebih berarti.
Bridge: S'lalu berserah dan tetap berserah. Naikkan syukur dalam doa. Yesus s'lalu ada. Tetap percaya rencana-Nya indah pada waktunya.

Menghadapi Kenyataan

0 komentar:

Post a Comment

* Semua Catatan Ibadah di blog ini tidak diperiksa oleh Pengkhotbah terkait.