Mengandalkan Intelektual
Catatan Ibadah
ke-1 Minggu 15 Mar 2026
Dengan kepintarannya,
Elang telah berhasil memanipulasi Pangeran Kerbau agar dia tidak kehilangan
fasilitas sementaranya pada enam bulan ke depan. Dia berkata, “Jika tidak mendapat
fasilitas yang sama dengan Rajawali, aku akan sakit-sakitan. Aku juga tidak
keberatan mengikuti jadwal penerbangannya Rajawali.” Namun, di depan Rajawali
dia berkata sebaliknya, “Aku diminta oleh Pangeran Kerbau untuk mengikuti
jadwal penerbanganmu.”
Eh, faktanya,
di belakang Pangeran Kerbau dia terus menerus mendesak Rajawali untuk mengikuti
jadwal penerbangannya. Bahkan, jika tak ada yang melihatnya, dia bisa terbang
dengan cepat. Namun, ketika ada yang melihatnya, Elang berjalan tertatih-tatih
agar Rajawali tetap membawanya terbang bersamanya.
"Hah!
Mungkinkah dia berpura-pura pincang demi memperoleh fasilitas penerbangan yang
kudapatkan?" Tanya Rajawali kepada beberapa saksi mata yang menyaksikan
kebohongannya itu. Namun, mereka juga tak bisa berbuat apa-apa. Ya, semoga saja
Gusti Allah tidak menghukumnya dengan mengabulkan permintaannya agar tetap
pincang.
Dulu dia menangis
karena jari kakinya hampir diamputasi. Karena kemurahan Gusti Allah,
jarinya bisa diselamatkan. Bukannya bertobat (berhenti selingkuh), dia malah
makin rajin menambah dosanya dengan berpura-pura sakit, berpura-berpura baik,
berpura-pura setia kepada suami, berpura-pura peduli dengan mereka yang kecil
dan lemah.
Ah, plot twist
drama Para Manipulator mulai terlihat. Ternyata dia bukan Elang, tetapi Gagak
yang iri dengan Rajawali. Ini sebabnya dia berpura-pura menjadi Elang agar bisa
setara atau melampaui Rajawali. Maka, dia juga tak pernah bosan memanas-manasi
Rajawali dengan kelakuan Duo Manipulator. Dia seolah-olah peduli dengan sesama yang
dimanipulasi oleh Duo Manipulator padahal ketika dia telah dibantu sesama, dia
justru membalas kebaikan mereka dengan air tuba. Penolongnya telah dia
singkirkan dan dia kira Rajawali tidak mengetahuinya.
Selain itu, tanpa dikompori oleh Gagak, Rajawali tetap akan menentang tindakan manipulatif Duo Kerbau. Pangeran Kerbau sudah sering menindas anak-anak Rajawali secara tidak manusiawi. Jadi, setelah Rajawali berhasil mengeluarkan mereka dari Sarang Manipulator, dia sendiri juga berhenti membantu Duo Manipulator. Tak ada gunanya membantu tugas mereka karena tugas tersebut hanya mendatangkan kutuk:
* membuat telapak tangan dan mata bertambah sakit,
* membuat hati kehilangan sukacita,
* membuat pikiran stres karena harus berulang kali konfirmasi dari sumber-sumber terpercaya lainnya, "Ini benar atau tidak?" karena Gagak akan terus menerus memanfaatkan situasi ini untuk memanipulasi pikiran Rajawali dengan kepeduliannya yang palsu.
1 Korintus 6:12 (TB) Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan
semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan
diriku diperhamba oleh suatu apa pun.
Nah, sekarang
Gagak terus menerus berkaok-kaok, tetapi Rajawali hanya tertawa terbahak-bahak
di belakangnya sambil bersyukur, "Untunglah aku diberi karunia
membeda-bedakan Roh. Segala roh kepalsuan pasti terbongkar pada waktunya.
Sekalipun dia melankolis yang sangat terstruktur dalam merancang drama
manipulasinya, pola kepalsuannya tetap terbaca juga."
1 Korintus 12:10a (TB) Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa
untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk
bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan
bermacam-macam roh.
"Hahaha...
biarlah sesama manipulator saling memanipulasi demi kepentingan egois mereka
masing-masing. Nantinya mereka akan jatuh sendiri, seperti dalam perang
Yosafat." Ujar Rajawali.
Pesan Moral cerita ini:
Mazmur 34:10-11 (TB) Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang-Nya
yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia!
Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari TUHAN, tidak
kekurangan sesuatu pun yang baik.
Jika berharap kepada Tuhan, kita bisa mendapatkan berkat,
* tanpa perlu takut meminta kepada Raja yang galak, (bahkan tanpa meminta pun,
sudah Tuhan sediakan)
* tanpa perlu bersusah payah dengan pura-pura sakit atau pincang, (sehat pun
merupakan berkat tak ternilai)
* tanpa perlu berpura-pura baik untuk mengorek informasi dengan mengandalkan
kemampuan intelektual, (tanpa dicari, informasi datang sendiri)
* tanpa perlu membuat daftar tugas yang panjang sekali untuk mendapatkan
apresiasi, (usaha tak akan pernah mengkhianati hasil dan semua akan dituai pada
waktunya)
* tanpa perlu menginjak orang lemah untuk mendapatkan kehormatan, dan
* tanpa perlu takut menolak permintaan bantuan dari para manipulator.
Bahkan, orang yang kaya di mata Allah bisa membuat Mamon bekerja untuknya.
Sebaliknya, orang yang miskin di hadapan Allah akan terus menerus bekerja
untuk Mamon karena diperbudak olehnya.
HATI S'BAGAI HAMBA
Ku tak membawa apapun juga
saat kudatang ke dunia. Kutinggal semua pada akhirnya saat kukembali ke surga.
Reff: Inilah yang kupunya hati s’bagai hamba yang mau taat dan setia
pada-Mu Bapa. Kemanapun kubawa hati yang menyembah dalam Roh dan kebenaran
sampai s’lamanya.







Seringkali, melihat hasil akhirnya sangat membantu. Apakah mereka memberi lebih banyak, atau mengambil lebih banyak? Para manipulator ulung jarang menjadi pemberi. 🫡
ReplyDeleteKemampuan untuk mengenali manipulator sangatlah berharga. (Termasuk untuk strategi yang lebih canggih, seperti mengenali manipulasi tetapi berpura-pura mengikuti alurnya).😄😄😄
Ingat aturan umumnya:
Komunikasi yang jujur dan terbuka akan lebih baik jika berjalan dua arah. 🫶
Oleh karena itu, komunikasi yang jujur membutuhkan penerima yang layak.
Dan banyak orang yang Anda temui dalam hidup ini tidak layak menerima kejujuran Anda sepenuhnya. 🤫
Persuation versus manipulation