Lakukan untuk Tuhan
Catatan Ibadah
ke-1 Minggu 8 Maret 2026
Setelah
membagikan link video Pdt. Rubin Adi terkait Eskalasi Geopolitik dan Akhir
Zaman melalui status WA, seorang teman muslim bertanya, "Apa yang harus
dilakukan jika sampai terjadi perang?"
Jawabku, "Pasrah saja kepada Tuhan."
Balasnya, "Anakku masih kecil. Kalau mati ya apa? Masuk
Surga?"
Timpalku,
"Ya, masuk surga kalau sudah bertobat. Trus kamu mau gimana?
Sembunyi di bunker? Percuma. Bunker pun bisa diserang. Lagipula di sini tidak
ada bunker. Kalau menurut iman Kristen, kendalikan hal-hal yang bisa
dikendalikan saja. Untuk hal-hal yang tidak bisa dikendalikan, serahkan kepada
Tuhan. Biar Dia yang urus."
Mazmur 37:5 (TB) Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah
kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;
Nah, ini dia ayat
perjamuan kudus hari ini. Jadi, memang tidak ada solusi lain selain berserah
kepada Tuhan. Ini pun ada lagu populernya.
DENGAN MENYEBUT NAMA ALLAH
Dengan menyebut nama Allah
jalani hidupmu. Yakinkan niatmu. Jangan pernah ragu.
Dengan menyebut nama Allah bulatkan tekadmu, menempuh nasibmu kemanapun
menuju.
Reff: Serahkanlah hidup dan matimu. Serahkanlah pada Allah semata.
Serahkanlah duka gembiramu agar damai senantiasa hidupmu.
Jumat kemarin terjadi hujan angin hingga mengakibatkan beberapa tiang listrik tumbang. Alhasil, aku baru tiba di rumah setelah menghabiskan waktu empat jam perjalanan. Dalam situasi yang menjengkelkan ini temanku menelepon dengan penuh kekesalan. Dia bercerita panjang lebar kali tinggi tentang atasannya yang suka memanipulasi data. Jumlah 5 ditulis 4 dan semacam itu.
Sebagai keponakan
bos, dia ingin membantu bosnya membongkar kebusukan wanita itu. Namun, dia
tidak bisa komputer sedangkan lawannya bisa komputer. Dia berkata,
"Lawannya tidak seimbang."
Kataku, "Berdoa saja dan nanti Tuhan sendiri yang bereskan, seperti perang
Gideon."
Tanyanya, "Siapa Gideon?"
"Ya ampun. Itu ada di Alkitab. Bacalah Alkitabmu. Dia itu pahlawan iman dengan 300 orang. Dia berperang dengan cara Tuhan. Setelah dia menyalakan obor dan menabuh semacam kentongan, musuhnya berperang sendiri. Yosafat juga begitu. Ketika Yosafat memuji Tuhan, sesama musuh saling perang sendiri dan dia tinggal menjarah."
Ah, banyak orang
Kristen dan Katolik tidak mau membaca Alkitab. Lalu saat ada masalah, cari
orang. Bagaimana jika kukatakan bahwa Gideon adalah pahlawanku? Hahaha...
mungkin dia akan percaya. Dia tidak tahu bahwa orang yang dicurhatinya tuh juga
sedang terjebak di dalam mobil yang tidak bergerak selama berjam-jam karena
tiang listrik tak kunjung diperbaiki.
Bahkan, dia juga
tidak tahu bahwa orang yang dicurhatinya juga terjebak dengan masalah yang sama
dengannya, yaitu berurusan dengan para manipulator. Dia berkata, "Kamu ini
pintar komputer. Pasti bisa melawan atasanku. Namun, aku ini tidak pintar
komputer, mana bisa aku melawan atasanku? Dia juga jauh lebih tua dariku."
Ah, iblis
(bapanya para pendusta) tuh tidak bodoh. Jika dia mau melakukan
serangan, dia akan menggunakan orang-orang yang lebih pintar daripada kita.
Karena temanku tidak bisa komputer, dia harus menghadapi manipulator yang
pintar komputer.
Sementara itu,
aku yang tidak bisa berbahasa Mandarin justru harus berhadapan dengan para
manipulator yang pintar Mandarin. Ini sebabnya kita tidak mungkin melawan tipu
muslihat anak-anak iblis dengan kekuatan manusia. Kalau kita pintar dalam
segala hal, pasti tidak perlu Tuhan. Namun, karena keterbatasan kita, tentu
saja kita harus mencari Tuhan. Jadi, nanti kalau menang perang, kita bisa
berkata, "Semua ini karena Tuhan dan bukan karena kepintaranku."






0 komentar:
Post a Comment