Sunday, November 17, 2024

Stronger Journey ~ Ps. Sam Hartanto

Catatan Ibadah ke-1 Minggu 17 Nov 2024

Matius 1:1 (TB) Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.

Silsilah menunjukkan garis keturunan, genesis atau hubungan yang lekat. Silsilah Yesus tidak dicatat dari Adam atau pendiri menara Babel. Yesus tidak dilekatkan pada pencapaian manusia. Pendiri Menara Babel sangat hebat karena menara ini dibangun sangat tinggi hingga setiap orang bisa melihatnya agar mereka tidak terserak. Mereka ingin menyamai Tuhan sehingga Tuhan mengacaubalaukan bahasa mereka agar pembangunannya berhenti.

Matius 1:2 (TB) Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya,

Kehidupan Yesus dimulai dari satu orang yang taat, yaitu Abraham. Ayah Abraham adalah Terah dan orang ini hebat karena bisa membangun sebuah kota dengan nama anaknya, Haran. Hingga kini kota Haran masih ada dan kota ini besar.

Kejadian 12:1 (TB) Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu;

Tentunya tidak mudah bagi Abraham untuk taat ketika Tuhan memintanya meninggalkan negerinya. Meskipun demikian, Abraham memilih untuk taat. Agar perjalanan kita bisa menjadi lebih kuat, kita harus memulai perjalanan dengan ketaatan.

1. Satu Ketaatan akan Membawa pada Ketaatan yang Lain. Dulu setelah papa pak Sam menerima Yesus, dia mengundang semua tetangganya untuk datang ke rumahnya. Mereka mau diundang karena papanya adalah ketua RT. Papanya mulai menginjili mereka hingga akhirnya satu RT mau dibaptis dalam nama Yesus. Pelayanan pak Sam juga dikarenakan ketaatan papanya terhadap hal kecil yang Tuhan minta darinya.

Beberapa hari lalu pak Sam ke Uganda, Afrika. Di sana dia bertemu dengan seseorang yang bercerita bahwa dia pernah kabur dari sukunya. Kala itu sukunya berperang dengan suku lain. Pria yang tertangkap oleh musuh akan dipotong kakinya.

Jadi, kala itu dia melarikan diri lewat hutan bersama istri, anak, dan beberapa orang lainnya. Mereka pun mengungsi ke negara lain. Karena pintar, dia telah mendapat pekerjaan di negara itu. Namun, suatu hari Tuhan memintanya pulang kembali ke sukunya.

Dia pun kembali ke sana tanpa anak dan istrinya. Di sana dia melatih para pria tersebut bermain sepak bola. Lari mereka bisa lebih cepat daripada orang normal. Mereka pun mengikuti berbagai pertandingan. Melalui ketaatannya ini, justru ada lebih banyak orang yang minta dibaptis.

2. Antara Tindakan Ketaatan satu dengan lainnya, dibutuhkan Doa dan Pujian.

Kejadian 13:18 (TB) Sesudah itu Abram memindahkan kemahnya dan menetap di dekat pohon-pohon tarbantin di Mamre, dekat Hebron, lalu didirikannyalah mezbah di situ bagi TUHAN.

Ketika tidak mengetahui apa yang harus diperbuat, kita harus membangun altar. Ketika pak Sam mendampingi seorang anak yang kepalanya sakit parah di dalam pesawat, dia pun berdoa. Setibanya di rumah sakit, dia juga berdoa di dalam kapelnya. Walaupun pada akhirnya anak itu meninggal, dia sudah membangun altar di rumah sakit tersebut.

Doa kita tidak selalu dijawab, tetapi Tuhan sudah lama menjadi Tuhan. Kita ini manusia yang masih baru. Kita tidak perlu mengajari Tuhan karena Dia pasti mengetahui hal yang terbaik buat kita. Kitalah yang harus belajar darinya.

Ketika kaki kakak pak Sam harus diamputasi karena diabetes, dia juga bingung. Dalam keadaan seperti ini rumah sakit malah meminta dia mengisi form. Ada yang salah dengan prosedur perawatan di sini. Mengapa kita diminta mengisi form selagi sedang bingung?

Pada momen seperti ini pak Sam membangun altar pula. Pada akhirnya kakak pak Sam menggunakan kaki bionik dan dia mengatakan bahwa dia akan segera bisa menyetir. Kita pun harus membangun altar jika tidak tahu harus berbuat apa.

Pada akhirnya hal yang bernilai bagi Abraham ada di gua Makhpela (gua couple). Tempat ini masih ada sampai sekarang, tetapi tidak ada yang boleh masuk ke dalam gua. 

Seharusnya Makhpela bisa menampung 160 pasangan, tetapi di sini hanya dimakamkan 3 pasangan, yaitu Abraham dan Sara, Ishak dan Ribka, serta Yakub dan Lea. Rahel - istri kedua Yakub juga tidak boleh dimakamkan di sini.

Hanya istri pertama yang berhak. Keturunan Abraham yang lain juga tidak memenuhi syarat untuk dimakamkan di tempat tersebut.

Berjalan Makin Kuat

0 komentar:

Post a Comment

* Semua Catatan Ibadah di blog ini tidak diperiksa oleh Pengkhotbah terkait.