Friday, May 2, 2014

3...2..1. Mujizat itu Semakin Nyata

Sebelumnya: Keajaiban Lagu 'Mujizat itu Nyata'

3 lagu Mujizat itu Nyata...
2
lagu Mujizat itu Nyata..
1 lagu Mujizat itu Nyata.

Tiba-tiba titiku yang sudah Kristen mengajakku ikut Festival Kuasa Allah (FKA) di Kenjeran Park, Surabaya pada hari Sabtu, 26 April 2014. Biasanya hanya 1 memeku yang Kristen yang ikut pergi bersamanya tetapi kali ini memeku ada urusan di Jakarta sehingga tidak bisa ikut FKA. Lalu kuajak teman-temanku yang Kristen untuk ikut FKA tetapi tak ada yang mau. Bahkan, salah satu temanku malah mengajakku ikut kebaktian di GMS pusat pada Minggu Paskah. Namun, kubilang: "tidak hari ini karena aku baru bangun tidur."

3...2..1. Hari FKA pun tiba.
Festival Kuasa AllahPhilip Manfota meminta setiap orang yang belum menerima baptisan roh kudus untuk berdiri tetapi aku menolak karena tidak ada teman yang berdiri bersamaku. Lalu Philip Mantofa meminta setiap orang yang belum Kristen untuk maju ke depan. Sementara itu semua hadirin diminta bersama-sama menyanyikan lagu 'Mujizat itu Nyata' tetapi aku tidak mau maju dan hanya ikut menyanyi dengan perasaan galau.

Lalu agar semakin banyak orang maju ke depan, Philip Mantofa meminta lagu 'Mujizat itu Nyata' dinyanyikan sekali lagi. Maka, bertambah-tambahlah orang yang maju ke depan tetapi aku tetap tidak mau maju. Meskipun hatiku didorong maju, kakiku tetap terpaku dan aku sibuk mencari-cari alasan untuk meredam suara hatiku.

Lalu Philip Mantofa meminta lagu 'Mujizat itu Nyata' dinyanyikan sekali lagi. Tiba-tiba aku merasa seperti ada sebuah pintu di dalam hatiku yang digedor dengan sangat keras sampai membuka dan menutup sebanyak 3 kali dan seakan-akan juga terdengar bunyi pintunya: "brak.. blam.. brak.. blam.. brak.. blam.." Tubuhku terasa bergetar tetapi aku tetap bersikeras tidak maju dengan alasan tak ada teman untuk maju.

Kemudian Philip Mantofa meminta mereka yang belum baptis selam untuk melakukannya tetapi aku tidak mau dengan alasan hari sudah malam, tidak enak kalau malam-malam kena air dingin, dan pasti antriannya panjang. Maka, titiku menawariku untuk baptis esok pagi di GMS pusat. Namun, temanku biasa ke GMS pusat saat Minggu sore atau malam saja. Jadi, aku mengajak temanku bertemu sore hari di GMS pusat. Namun, ternyata dia tidak bisa karena sedang di luar kota lalu dia mengajak bertemu minggu depan saja.

Maka dari itu, titiku mengajakku pergi baptis pada esok pagi. Aku pun berpikir bahwa biasanya banyak orang malas bangun pagi. Jadi, kemungkinan besar gereja sepi di pagi hari sehingga pada saat baptis aku tidak perlu ditonton orang banyak. Dengan demikian, aku pun setuju baptis esok pagi. Namun, aku sengaja tidak pasang alarm untuk bangun pagi karena aku berpikir untuk menunda baptis seandainya terlambat bangun.

0 komentar:

Post a Comment

* Semua Catatan Ibadah di blog ini tidak diperiksa oleh Pengkhotbah terkait.