Sunday, August 2, 2026

Identitas Baru - Ps. Antoni Moelyono

Catatan Ibadah ke-1 Minggu 2 Agustus 2026

Efesus 1:5-6 (TB) Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya.

Kota Efesus saat ini ada di Selçuk, Turki. Tempat ini telah menjadi puing-puing. Namun, dulunya tempat ini merupakan pusat peradaban Romawi. Saat itu penduduknya menyembah Dewi Artemis - dewi kesuburan. Mereka bukan hanya menyembah berhala, tetapi juga melakukan perzinahan.

Tiap kali ke kuil, di sana sudah disiapkan 1000 imam wanita untuk pelacuran atau 1000 imam pria untuk semburit bakti. Para pengikut Kristus pada masa itu harus bertahan agar tidak terpengaruh oleh budaya tersebut. Jadi, keadaan saat itu hampir mirip seperti kondisi kita sekarang. Di tengah situasi ini Paulus menulis surat kepada jemaat Efesus dari dalam penjara. Paulus ingin mengingatkan mereka akan identitas baru mereka sebagai pengikut Kristus.

Pada mulanya gereja bukan berbicara tentang organisasi, melainkan organisme atau orang. Semula Kristen hanyalah merupakan ejekan bagi pengikut Kristus. Ini karena cara hidup mereka berbeda dengan cara hidup penyembah berhala. Ada banyak jemaat Efesus yang kehilangan pekerjaan, kekayaan, bisnis, dan kenyamanan dunia karena mereka memilih untuk mengikut Kristus. Mereka tidak mau menyembah Dewi Artemis.

Namun, orang Kristen sekarang berbeda. Ketika pak Antoni bertanya kepada seorang pengusaha Kristen, "Mengapa tidak mempekerjakan orang Kristen?" Dia menjawab, "Kristen atau non Kristen tidak ada bedanya." Seharusnya tidak demikian. Orang Kristen adalah kristus-kristus (Kristus kecil) yang hidupnya serupa dengan Kristus. Jadi, dalam bekerja harus lebih baik daripada orang non Kristen. Jika Kristus tidak mencuri, orang Kristen seharusnya juga tidak mencuri.

Saat ini di media sosial terjadi banyak perdebatan tentang keselamatan. Kebenarannya adalah:
* Saat ini kita SUDAH diselamatkan. Ketika kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, kita sudah diselamatkan. Kita harus yakin akan hal ini.
* Saat ini kita SEDANG diselamatkan. Ini artinya kita sedang dikuduskan secara terus menerus. Dalam proses ini kita masih bisa jatuh, tetapi kita akan terus menerus dikuduskan. Ini proses yang terpenting.
* Nanti kita AKAN diselamatkan. Hal ini terjadi ketika kita sudah diberi tubuh kemuliaan.

Ada seorang ibu yang sakit. Sebelumnya dia rajin melayani. Namun, ketika dia sakit dan dokter sudah angkat tangan, dia mulai meragukan Tuhan. Dia bertanya, "Apa Tuhan sungguh ada?" Dia hampir saja kehilangan keselamatannya pada akhir hidupnya. Di sisi lain ada orang yang senasib dengan ibu itu, tetapi dia berkata, "Jika Tuhan tidak menyembuhkanku di dunia ini, Dia akan menyembuhkanku di surga."

Keselamatan kita bukanlah hasil usaha kita. Jadi, tak ada yang bisa memastikan bahwa kita akan mampu mempertahankan iman hingga akhir usia. Kedua pengalaman tersebut seharusnya membuat kita sadar bahwa kita membutuhkan belas kasih Tuhan. Hanya karunia Tuhan yang akan memampukan kita untuk beroleh keselamatan.

Kita tidak berhak menghakimi sesama. Ketika ada pelacur yang mau dilempari batu sampai mati, secara terus terang Yesus berkata, “Siapa yang tidak pernah memakai wanita ini, silahkan melempar batu terlebih dahulu.” Maka, satu per satu pergi dari sana karena mereka semua pernah memakai wanita tersebut.

Ketika kita menginjili orang berusia 50 tahunan, mungkin dia tetap tidak mau berubah. Tetap doakan saja karena hanya Roh Kudus yang bisa mengubahnya. Bukan kepandaian atau kehebatan kita yang bisa menyelamatkan orang. Ketika salah satu anggota keluarga kita tiba-tiba berkata, "Aku mau baptis", padahal sebelumnya tidak mau, inilah karya Roh Kudus. Keselamatan adalah karya Roh Kudus.

Hal yang Harus Dilakukan:
1. Tinggalkan Identitas Lama.
2. Hidup sebagai anak Tuhan.
3. Melayani Tuhan.

SETIA SAMPAI AKHIR
Kubersyukur Kau memilihku menjadi hamba-Mu, melayani-Mu. Seg'nap hidupku kuserahkan untuk kemuliaan-Mu.
Chorus: Kumau setia sampai akhir, melayani seumur hidupku, sampai kudapatkan mahkota kehidupan di dalam k'rajaan-Mu.

0 komentar:

Post a Comment

* Semua Catatan Ibadah di blog ini tidak diperiksa oleh Pengkhotbah terkait.