Catatan Ibadah ke-1 Minggu 30 Agustus 2026
Efesus
pasal 1-3 berbicara tentang identitas kita di dalam Kristus. Efesus pasal 4-6
berisi langkah-langkah praktis untuk hidup sesuai identitas kita. Banyak orang
bisa berdiri jika bisa melawan gaya gravitasi dan berat badannya. Namun, tidak
banyak orang bisa berdiri teguh ketika ada goncangan.
Efesus 6:10 (TB) Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di
dalam kekuatan kuasa-Nya.
Di taman
bermain kita rela membayar untuk menikmati goncangan di wahana permainan
tertentu. Namun, di dalam hidup ini kita harus menghadapi goncangan yang
berusaha menjatuhkan kita. Goncangan ini datang dari iblis yang ingin merusak
hubungan.
Efesus 6:11 (TB) Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah,
supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;
Iblis bukan
hanya ingin merusak hubungan baik kita dengan Tuhan, melainkan juga hubungan
baik kita dengan sesama. Ini sebabnya kita harus mengenakan perlengkapan
senjata Allah agar bisa menghadapi tipu muslihatnya. Sebagai bapa segala dusta,
tentu saja dia sangat pintar menipu kita. Untuk menghadapi tipu muslihat iblis,
kita tidak bisa mengenakan salah satu senjata saja.
Kita
harus mengenakan seluruh senjata Allah, antara lain:
* Ikat
pinggang kebenaran. Ini merupakan kebenaran sejati yang datang dari Tuhan
sendiri.
Efesus 6:14 (TB) Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran
dan berbajuzirahkan keadilan,
* Baju
zirah keadilan. Keadilan ini tidak bisa dipisahkan dari kebenaran. Jika
memakai baju zirah tanpa ikat pinggang, bajunya bisa terlepas. Keadilan berarti
kita menghidupi kebenaran yang telah kita terima dari Tuhan.
Misalnya,
ada teman yang bertanya kepada pak Abel, "Kamu kenal Bapak A?" Lalu
dia menceritakan banyak hal tentang sifat dan perilaku bapak A. Kemudian pak
Abel bertemu bapak A dan berbicara serta melihat sendiri sikap bapak A. Dari
pertemuan ini pak Abel makin mengenal bapak A karena dia memadukan informasi
dari temannya tentang bapak A dengan pengalamannya sendiri bersama bapak A.
Nah,
kebenaran itu sebatas informasi yang kita terima. Namun, keadilan berarti kita
menghidupi informasi yang telah kita terima. Jadi, kebenaran dan keadilan harus
seiring sejalan.
* Kasut Injil damai sejahtera. Setiap kali naik mobil online, pak Abel berusaha mencari kesempatan untuk berbicara dengan sopirnya. Jika mereka tidak mau diajak bicara, dia juga tidak akan memaksa karena Injil harus mendatangkan damai Sejahtera.
Ada orang
yang kabur ketika diberi Injil karena kita terlalu mengejar atau memaksanya
hingga dia merasa terintimidasi. Lalu pada saat mau tiba di tempat tujuan,
biasanya pak Abel akan menawarkan diri untuk mendoakan sopirnya. Jarang ada
orang yang menolak untuk didoakan.
Efesus 6:15 (TB) kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil
damai sejahtera;
* Perisai
Iman. Ada orang Kristen yang menghadapi banyak goncangan, tetapi dia
menggunakan perisai iman. Ketika sakit, imannya berkata, "Aku tidak akan
mati, tetapi hidup dan akan menceritakan perbuatan besar Tuhan." Alhasil,
imannya makin lama makin besar dan kuat. Imannya itu timbul dari pendengaran
akan firman Kristus.
Efesus 6:16 (TB) dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman,
sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si
jahat,
* Ketopong
keselamatan.
* Pedang
roh. Jika kita sering memperkatakan firman, kita dapat mengalahkan tipu
muslihat iblis. Semua senjata Allah, termasuk firman harus kita kenakan
sendiri, bukan untuk orang lain. Jika kita gunakan kepada orang lain, kita bisa
melukainya. Jadi, jika ingin melindungi orang lain, sebaiknya minta mereka
untuk mengenakan senjata yang sama.
Efesus 6:17 (TB) dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh,
yaitu firman Allah,
* Doa.
Sekalipun tidak bisa berbahasa roh, tetaplah berdoa. Sekalipun tak bisa doa
berlama-lama, tetaplah berdoa. Lebih baik berdoa sedikit-sedikit, tetapi sering
daripada tidak berdoa sama sekali. Contoh doa singkat, tetapi sering: Terima
kasih Tuhan untuk ini dan itu; Sertai kami dalam hal ini atau itu.
Efesus 6:18 (TB) dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap
waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan
yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,
Kita harus
menyadari identitas kita di dalam Kristus dan menghidupi panggilan tersebut.
Sekalipun kita seperti menghadapi jalan buntu hingga merasa sendirian, yakinlah
bahwa hal ini merupakan tipu daya iblis. Kenakan seluruh perlengkapan senjata
Allah untuk melawannya.
TUHAN TAK PERNAH GAGAL
Engkau
yang lebih tahu cara untuk membuka jalanku. Engkau yang lebih mengerti cara
untuk menolong hidupku.
Kupercaya kau Tuhan yang tak pernah gagal menjadikanku lebih dari pemenang.
Kupercaya kau Tuhan yang tak pernah lalai menepati janji-janji-Mu.







0 komentar:
Post a Comment