Catatan Ibadah ke-1 Minggu 29 Maret 2026
Yohanes 4:17-18 (TB) Kata perempuan itu: "Aku tidak mempunyai
suami." Kata Yesus kepadanya: "Tepat katamu, bahwa engkau tidak
mempunyai suami, sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang
padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar."
Wanita Samaria di dalam kisah di atas tidak puas dengan suaminya lalu
bercerai dan menikah lagi hingga lima kali. Akhirnya dia kumpul kebo dengan
pria berikutnya, tetapi dia masih merasa kosong. Setiap manusia itu seperti donat yang memiliki lubang di tengahnya. Lubang
ini hanya bisa diisi oleh Tuhan dan tidak mungkin bisa diisi oleh hal-hal
dunia.
Ini sebabnya ada orang kaya yang mati bunuh diri. Ada aktris yang
membuat hidungnya sangat mancung hingga lalat pun akan terbelah ketika mengenai
hidungnya. Namun, tetap saja dia tidak puas dan tidak mampu bertahan di dunia. Agar
lubang atau kekosongan kita terisi, kita membutuhkan Roh Kudus. Dia seperti air
yang berperan untuk:
1. Menyegarkan jiwa kita.
2. Membersihkan kotoran atau daki dalam hidup kita.
Menyegarkan Jiwa Kita
Dulu pak Wiryo pernah bekerja di perusahaan makanan sebagai QC dan QA. Ketika di sana dia sempat melihat produksi mengalami kegagalan beberapa kali. Alhasil, produk rusak menumpuk dan melaporkannya kepada bos. Lantas bos memarahi mereka, "Berapa miliar yang habis karena produk rusak ini?" Pak Wiryo sudah mengikuti prosedur dan tidak bersalah atas kegagalan produksi, tetapi dia juga ikut dimarahi oleh bos. Kenapa?
Bosnya berkata, "Kamu digaji juga untuk dimarahi." Ya, memang
sudah menjadi aturan umum di dunia kerja, yaitu:
1. Bos selalu benar.
2. Jika bos salah, baca aturan ke-1.
Orang produksi tampak pucat dan kusut karena dimarahi. Namun, pak Wiryo juga
ikut kusut karena dimarahi sekalipun tidak bersalah.
Ketika berada di kamar mandi, pak Wiryo mendengar suara berkata,
"Tekan tiga bar." Pak Wiryo bertanya-tanya, "Siapa yang
berbicara? Di kamar mandi seharusnya tidak ada orang lain, kecuali ada yang
mengintip." Jadi, pak Wiryo yakin bahwa yang berbicara adalah Tuhan. Dia
mampu bekerja melampaui batas kemampuan kita. Maka, keesokan harinya pak
Wiryo meminta izin bos untuk mengadakan rapat dengan orang produksi.
Dia menjelaskan kepada bos bahwa Tuhan telah memberinya petunjuk untuk
menekan tiga bar. Setelah hal ini dilakukan, produksi berjalan lancar dan
hasilnya sangat baik. Bos pun berkata, "Tuhanmu hebat sekali hingga
paham masalah produksi. Kalau ada kegagalan lagi, nanti tanyakan Tuhanmu
lagi."
Tak lama berselang, gajinya dinaikkan sebanyak 50% karena berhasil
mengatasi kegagalan produksi. Dalam hati dia berkata, "Semoga ada
kegagalan lagi sehingga bisa naik gaji lagi... hehehe..." Jadi, jika ingin
naik gaji, mintalah kepada Tuhan.
LEBIH DALAM LAGI
Satu hal yang
kurindukan ya Tuhan, Selalu berada di dekat-Mu.
Dengan segenap hati, Dengan s'genap jiwa, kumenanti di hadirat-Mu.
Chorus: Lebih dalam lagi kurindu Kau Tuhan, Lebih dari segala yang ada.
Lebih dalam lagi kucinta Kau Yesus, kumengasihi-Mu.
Kiranya lagu tersebut senantiasa menjadi doa dan kerinduan kita melebihi
keinginan kita akan hal-hal lain. Makin kita merasakan kekosongan, makin kita
perlu mendekat kepada Tuhan karena hanya Dia yang bisa memuaskan kita.







0 komentar:
Post a Comment