Sunday, December 21, 2025

Fulfilment - Pdr. Jonathan Pattiasina

Catatan Ibadah ke-1 Minggu 21 Des 2025

Fulfilment berasal dari kata Pleroma (dari bahasa Yunani yang berarti "kepenuhan"). Untuk mengalami kepenuhan dalam Kristus, kita harus bertumbuh dewasa karena ada hak-hak tertentu yang tidak bisa kita nikmati selama kita masih anak-anak.

Galatia 4:3 (TB) Demikian pula kita: selama kita belum akil balig, kita takluk juga kepada roh-roh dunia.

Banyak orang suka dengan janji Tuhan, tetapi tidak mau perjanjian-Nya. Untuk bisa memperoleh janji atau berkat Tuhan, kita harus mau menerima perjanjian-Nya pula. Perjanjian melibatkan tanggung jawab kita kepada Tuhan, yaitu untuk melakukan kehendak-Nya. Jika kita tidak melakukan kehendak-Nya, sekalipun ahli waris, kita tidak akan menikmati janji-Nya.

Lukas 2:15 (TB) Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita."

Para gembala berusaha memastikan kesesuaian kejadian dengan hal-hal yang tertulis di dalam Alkitab. Jadi, kita pun harus menilai kesesuaian janji Tuhan dengan perjanjian-Nya.

Galatia 4:4-5 (TB) Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak.

Kita telah ditebus dari dosa yang berupa tindak kejahatan sehingga kita menjadi anak. Namun, apakah hidup kita telah sesuai dengan kehendak Tuhan? Jika kita berhasil dengan cara-cara yang tidak dikenan oleh Tuhan, ini justru merupakan kegagalan.

1 Korintus 3:2 (TB) Susulah yang kuberikan kepadamu, bukanlah makanan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya. Dan sekarang pun kamu belum dapat menerimanya.

Jika seorang anak hanya bisa menikmati susu, dia belum bisa diberi tanggung jawab dan ketika melihat orang lain diberkati, biasanya hanya bisa iri. Rasa iri menunjukkan bahwa kita belum dewasa. Jadi, sekalipun kita telah menerima janji, belum tentu kita juga bisa menikmati janji. Kegagalan adalah berhasil melakukan hal-hal yang tidak dikehendaki oleh Allah.

Ada orang berkata, "Orang mabuk tidak berdosa karena mereka tidak melakukan apapun." Padahal, Alkitab menceritakan bahwa talenta harus dikembangkan. Ketika pemilik satu talenta tidak mengembangkan talentanya, dia disebut jahat dan malas.

Matius 25:26 (TB) Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?

Jadi, dosa adalah tidak melakukan hal yang seharusnya kita lakukan. Jika kita tahu bahwa kita harus berbuat baik, tetapi kita tidak melakukannya, ini dosa.

Yakobus 4:17 (TB) Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.

Kita tidak pernah memilih orang tua kita, tempat kelahiran kita, dan suku kita karena semua ini sudah ditentukan oleh Tuhan. Jadi, sudah sewajarnya jika kita pun hidup untuk melakukan kehendak Tuhan, bukan kehendak kita.

Ketika pak Jonathan menjadi penerjemah pendeta Amos Jayaratnam, ada seorang ibu bertanya, "Bagaimana cara mengenal kehendak Tuhan?" Jawab pak Amos, "Tidak ada cara lain selain membaca Alkitab, mendengarkan firman, dan bergaul dengan Allah."

Lalu ada yang bertanya lagi, "Bagaimana jika tetap tidak mengenal kehendak Allah?" Jawab pak Amos, "Berpuasalah selama 3 hari. Jika belum tahu, tambahkan lagi 3 hari. Jika masih belum paham juga, tambah 3 hari lagi." Lantas ibu itu berkata, "Bisa mati donk." Kata pak Amos, "Matilah. Lebih baik mati daripada hidup tanpa mengenal kehendak Allah." Namun, tak mungkin sampai mati jika kita sungguh-sungguh berpuasa untuk mengenal kehendak Tuhan.

PENYEMBAH yang BENAR
Kuhampiri tahta-Mu. Kusujud menyembah-Mu. Kubawa s'luruh persembahanku. Terang kemuliaan-Mu memenuhi hatiku. Allahku, betapa kumengasihi-Mu. Inilah hidupku.
Chorus: Jadikanku penyembah-Mu Tuhan, yang menyembah-Mu dalam Roh dan kebenaran. Bawa daku 'tuk lebih mengenal-Mu, dalam hadirat-Mu Tuhan.

📘 Sukses Melakukan Kehendak Pribadi

0 komentar:

Post a Comment

* Semua Catatan Ibadah di blog ini tidak diperiksa oleh Pengkhotbah terkait.