Catatan Ibadah ke-1 Minggu 21 Des 2025
Fulfilment berasal
dari kata Pleroma (dari bahasa Yunani yang berarti
"kepenuhan"). Untuk mengalami kepenuhan dalam Kristus, kita harus
bertumbuh dewasa karena ada hak-hak tertentu yang tidak bisa kita nikmati
selama kita masih anak-anak.
Galatia 4:3 (TB) Demikian pula kita: selama kita belum akil
balig, kita takluk juga kepada roh-roh dunia.
Banyak orang suka
dengan janji Tuhan, tetapi tidak mau perjanjian-Nya. Untuk bisa memperoleh
janji atau berkat Tuhan, kita harus mau menerima perjanjian-Nya pula. Perjanjian
melibatkan tanggung jawab kita kepada Tuhan, yaitu untuk melakukan
kehendak-Nya. Jika kita tidak melakukan kehendak-Nya, sekalipun ahli waris,
kita tidak akan menikmati janji-Nya.
Lukas 2:15 (TB) Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka
dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain:
"Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana,
seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita."
Para gembala
berusaha memastikan kesesuaian kejadian dengan hal-hal yang tertulis di dalam
Alkitab. Jadi, kita pun harus menilai kesesuaian janji Tuhan dengan
perjanjian-Nya.
Galatia 4:4-5 (TB) Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah
mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum
Taurat. Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya
kita diterima menjadi anak.
Kita telah
ditebus dari dosa yang berupa tindak kejahatan sehingga kita menjadi anak.
Namun, apakah hidup kita telah sesuai dengan kehendak Tuhan? Jika kita berhasil
dengan cara-cara yang tidak dikenan oleh Tuhan, ini justru merupakan kegagalan.
1 Korintus 3:2 (TB) Susulah yang kuberikan kepadamu, bukanlah
makanan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya. Dan sekarang pun kamu belum
dapat menerimanya.
Jika seorang anak
hanya bisa menikmati susu, dia belum bisa diberi tanggung jawab dan ketika
melihat orang lain diberkati, biasanya hanya bisa iri. Rasa iri menunjukkan
bahwa kita belum dewasa. Jadi, sekalipun kita telah menerima janji, belum tentu
kita juga bisa menikmati janji. Kegagalan adalah berhasil melakukan hal-hal
yang tidak dikehendaki oleh Allah.
Matius 25:26 (TB) Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang
jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana
aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?
Jadi, dosa adalah
tidak melakukan hal yang seharusnya kita lakukan. Jika kita tahu bahwa kita
harus berbuat baik, tetapi kita tidak melakukannya, ini dosa.
Yakobus 4:17 (TB) Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus
berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.
Kita tidak pernah
memilih orang tua kita, tempat kelahiran kita, dan suku kita karena semua ini
sudah ditentukan oleh Tuhan. Jadi, sudah sewajarnya jika kita pun hidup untuk
melakukan kehendak Tuhan, bukan kehendak kita.
Ketika pak Jonathan
menjadi penerjemah pendeta Amos Jayaratnam, ada seorang ibu bertanya, "Bagaimana
cara mengenal kehendak Tuhan?" Jawab pak Amos, "Tidak ada cara
lain selain membaca Alkitab, mendengarkan firman, dan bergaul dengan
Allah."
Lalu ada yang
bertanya lagi, "Bagaimana jika tetap tidak mengenal kehendak Allah?"
Jawab pak Amos, "Berpuasalah selama 3 hari. Jika belum tahu, tambahkan
lagi 3 hari. Jika masih belum paham juga, tambah 3 hari lagi." Lantas ibu
itu berkata, "Bisa mati donk." Kata pak Amos, "Matilah. Lebih
baik mati daripada hidup tanpa mengenal kehendak Allah." Namun, tak
mungkin sampai mati jika kita sungguh-sungguh berpuasa untuk mengenal kehendak
Tuhan.
PENYEMBAH yang BENAR
Kuhampiri tahta-Mu. Kusujud
menyembah-Mu. Kubawa s'luruh persembahanku. Terang kemuliaan-Mu memenuhi
hatiku. Allahku, betapa kumengasihi-Mu. Inilah hidupku.
Chorus: Jadikanku penyembah-Mu Tuhan, yang menyembah-Mu dalam Roh dan
kebenaran. Bawa daku 'tuk lebih mengenal-Mu, dalam hadirat-Mu Tuhan.







0 komentar:
Post a Comment