Catatan Ibadah ke-1 Minggu 8 Nov 2026
Markus 7:37 (TB) Mereka
takjub dan tercengang dan berkata: "Ia menjadikan segala-galanya baik,
yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata."
Ketika Yesus hidup excellence, itulah yang diucapkan
oleh orang-orang yang melihatnya. Dia membuat segalanya baik. Kita pun harus
berusaha hidup excellence seperti Yesus. Walaupun kita tidak bisa
melakukan hal-hal yang luar biasa seperti yang telah Yesus lakukan. Namun,
setidaknya kita berusaha hidup untuk makin serupa dengan Dia.
Alasan Kita Hidup Excellence, yaitu:
1. Memuliakan Tuhan.
2. Menjadi terang dan membawa kehidupan.
3. Membuat hidup kita lebih maju.
Cara Hidup Excellence seperti Yesus, yaitu:
1. Dekat dengan Tuhan.
Yohanes 17:21 (TB) supaya
mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku
di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa
Engkaulah yang telah mengutus Aku.
Tuhan bukan hanya ingin kita dekat dengan-Nya, tetapi Dia terlebih
dulu ingin kita menjadi satu dengan-Nya. Ketika Tuhan memanggil Abraham, Dia
terlebih dulu memberinya janji.
Yohanes 5:20 (TB)
Sebab Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang
dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya
pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi dari pada pekerjaan-pekerjaan itu,
sehingga kamu menjadi heran.
Ketika pertama kali dia berkhotbah, pak Mark merasa diurapi
oleh Tuhan. Namun, banyak orang tertidur ketika dia berkhotbah karena dia
gagap. Maka, dia hanya berkata kepada Tuhan, "Aku selesai" karena dia
tidak mau berkhotbah lagi. Dia pun hanya berkhotbah selama tujuh menit. Lalu
dia memuji Tuhan karena semuanya sudah selesai.
Namun, sebelum dia sempat mengangkat kepalanya, dia merasa
dadanya seperti terbuka dan ada aliran air. Pikirannya menjadi jernih dan
gagapnya hilang. Dia mulai bisa mengetahui hal-hal yang dialami oleh orang
lain. Tuhan menjamah mereka. Orang-orang mulai bangun dari tidurnya. Saat
itulah dia menyadari bahwa Tuhan sedang mangajarnya untuk bergantung kepada-Nya.
2. Melakukan Kehendak Tuhan. Selama di Bumi Yesus
selalu melakukan kehendak Tuhan. Dia selalu menaati Bapa-Nya.
Yohanes 4:34 (TB) Kata
Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang
mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.
Ada orang berkata, "Saya suka berkhotbah, tetapi saya
tidak suka orang-orangnya." Seharusnya tidak demikian. Yesus berkhotbah
karena Dia menyukai orang-orangnya. Ini sebabnya Yesus menyembuhkan wanita yang
pendarahan selama 12 tahun. Padahal, wanita itu hanya menjamah ujung jubah
Yesus. Jadi, kita harus membuat keputusan agar hidup kita bermanfaat untuk
orang lain.
Dengan melakukan kehendak Bapa, kita akan merasakan sukacita
tak terucapkan dan damai yang melampaui segala pengetahuan. Kita juga akan
merasa puas jika bisa melakukan kehendak Tuhan. Kepuasan seperti ini tidak
bisa diberikan oleh dunia.
Ada seorang misionaris muda datang ke Meksiko selama dua
minggu bersama seorang misionaris tua. Meskipun awalnya dia tidak ingin berada
di sana, selama di sana dia berinteraksi dengan orang-orang di sana. Ketika
tiba waktunya pulang, dia harus duduk di bak belakang truk. Dia di sana sambil
melambaikan tangan kepada orang-orang di sana.
Lalu dia merasa berat untuk meninggalkan mereka. Dia
merasakan panggilan Tuhan. Maka, dia menetap di sana dan akhirnya dia melakukan
pelayanan yang luar biasa di sana. Mintalah kepada Tuhan hati yang mengasihi
orang-orang. Gunakan talentamu untuk membantu mereka. Jangan fokus kepada
hal-hal yang tidak kamu miliki karena Tuhan akan menggunakan hal-hal yang sudah
ada padamu.
TUHAN INI TUGAS KAMI
Berikan pada kami hati yang mengasihi.
Jiwa-jiwa yang belum mengenal kasih BAPA.
Mereka yang dalam gelap, Mereka yang tersesat, Hati kami iba seperti
hati-Mu Yesus.
Tuhan, ini tugas kami, beri keberanian bagi kami. Taruhlah Roh yang rela
melayani dan menyenangkan hati Tuhan, itu yang kuingini.







0 komentar:
Post a Comment