Catatan Ibadah ke-1 Minggu 1 Nov 2026
KUMENANG
Nanana nanana... nanana nanana. Nanana
nanana... uooo yee.
Verse (2X): Bangkitlah dan perkatakan berkat atas hidup yang dib'rikan-Nya.
Dengan pasti, dengan iman nyatakan kekuatan-Nya, kedashyatan-Nya di hidupku.
Pre-Chorus: Imanku berkata, "Tuhanku hebat." Yesusku berkata,
"Kukuat melangkah bersama Dia."
Chorus: Kumemuji, kubersorak, ku mengangkat tinggi panji-Nya, panji
kemenangan-Nya. Kubernyanyi, kubersorak, kumengangkat tinggi panji-Nya, panji
kemenangan-Nya, kumenang.
KUMENANG
Kumenang kumenang bersama Yesus Tuhan.
Kumenang kumenang di dalam peperangan. Kumenang kumenang atas segala setan.
Haleluya haleluya kumenang.
Ketika mencari dokter, kita akan mencari dokter yang excellent.
Ketika mencari rumah sakit, kita juga mencari yang excellent. Ketika
memilih pemimpin, baik walikota maupun presiden, tentu kita juga ingin yang excellent.
Mari kita doakan pemimpin kita. Di dunia ini ada dua jenis excellence,
yaitu:
1. Excellence dari dunia. Hal ini sering menuntut kesempurnaan
karena kita dituntut untuk memberi manfaat sebesar-besarnya. Namun, di dunia
ini tidak ada yang sempurna. Jika mengejar kesempurnaan, kita akan selalu
gagal. Kesempurnaan membuat kita merasa sudah terlambat ketika melihat masa
lalu dan juga melihat masa depan terlalu sulit diraih. Jadi, kita akan stres
jika mengejar kesempurnaan.
2. Excellence dari Tuhan atau excellence
ilahi. Hal ini tidak selalu menuntut kesempurnaan dan mengakui kekuatan
Tuhan di dalam keterbatasan. Kita ingin berada di zona nyaman. Namun, agar
memiliki kekuatan dan kemampuan ilahi, Tuhan justru mengizinkan kita melewati
masa-masa tidak nyaman.
Mazmur 8:10 (TB) Ya
TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi!
Sebagai anak Tuhan, seharusnya kita rindu menjadi excellent
seperti Bapa kita. Seharusnya orang-orang melihat kita tidak mudah dikalahkan
karena disertai oleh Tuhan Yesus. Cara memiliki excellence yang
ilahi, yaitu:
2. Menghadapi Penebar Badai. Ketika tua, Daniel harus
menghadapi orang-orang yang memberikan badai kepadanya. Saat itu dikeluarkan
aturan agar setiap orang di Babel hanya menyembah raja. Namun, Daniel memilih
untuk tetap berdoa kepada Tuhan meskipun dia tahu konsekuensinya akan
dimasukkan ke gua singa. Ketika kita diminta untuk kompromi, apakah kita akan
tetap setia kepada Tuhan?
Daniel 6:11 (TB) Demi
didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke
rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah
Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti
yang biasa dilakukannya.
Jika kita tetap setia, pondasi iman kita akan kuat dan Tuhan
akan memberi kita kemuliaan. Jika Tuhan langsung memberi kemuliaan padahal
pondasi kita belum kuat, kita bisa sombong dan merasa mampu tanpa Tuhan.
3. Kesetiaan kita menentukan kemenangan kita. Jika
kita tetap setia di tengah-tengah masa sulit, pada akhirnya kita akan menjadi
lebih dari pemenang. Tanpa mengalami badai, kita tidak bisa berjalan di atas
air.
2 Petrus 1:3 (TB) Karena
kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna
untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita
oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib.
Ketika Tuhan berjanji untuk memberkati Abraham, dia diminta
untuk melihat bintang-bintang di langit. Namun, agar Abraham mampu melakukan
hal ini, Tuhan terlebih dahulu menciptakan bintang-bintang itu.
2 Petrus 1:4 (TB) Dengan
jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan
yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat
ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.







0 komentar:
Post a Comment