Catatan Ibadah ke-1 Minggu 25 Okt 2026
Zaman sekarang ada AI yang serba tahu. Namun, sekalipun AI
mengetahui banyak hal, ada hal-hal yang tidak diketahuinya. AI tidak bisa
mengetahui hal-hal yang ada di hatimu. Namun, Roh Kudus bisa mengetahuinya dan memberitahumu.
1 Korintus 14:1 (TB)
Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh,
terutama karunia untuk bernubuat.
Kasih itu harus dikejar dan karunia harus diusahakan, bukan
pasif, melainkan aktif. Namun, saat ini banyak gereja karismatik pintar
mengajar, tetapi kehilangan kuasa. Jika hanya mengajar teologi, AI bisa
melakukannya dengan baik. Bahkan, AI bisa lebih baik daripada manusia karena AI
memiliki banyak pengetahuan. Namun, gereja seharusnya bukan hanya mengajar,
tetapi juga menunjukkan kuasa Roh Kudus.
Pak Leo mengimpartasikan karunia bernubuat kepada beberapa
orang dan melatih mereka. Ternyata kepekaan mereka pun bisa tajam sehingga
mereka selalu diminta untuk mendoakan orang-orang yang altar call. Ketika
mereka berdoa dan bernubuat, orang-orang heran karena mereka bisa mengetahui
masalah orang yang sedang didoakan.
Setelah didoakan, dia makin menangis. Beberapa saat kemudian
dia pun menjelaskan bahwa dia tidak menyangka bahwa pak Leo mengetahui
masalahnya. Rupanya dia Kristen dan telah meninggalkan gereja padahal dulu
rajin pelayanan di gereja pula. Maka, pak Leo meminta dia kembali lagi ke
gerejanya dan dia setuju.
1 Petrus 4:10 (TB) Layanilah
seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap
orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.
Setiap umat Tuhan diberi kuasa untuk menghadirkan surga di
Bumi. Tubuh kita mempunyai pola. Jika kita mengenakan pakaian yang polanya pas,
kita akan merasa nyaman. Gereja juga memiliki pola yang seharusnya sesuai
dengan gereja mula-mula.
Di dalam gereja mula-mula, mujizat adalah hal yang biasa
terjadi setiap hari. Mereka justru heran jika jarang terjadi mujizat. Namun,
sekarang gereja justru tidak terbiasa dengan mujizat. Padahal, kita semua
diberi karunia oleh Roh Kudus. Kita perlu mengakses karunia ini agar memiliki
kuasa.
1 Korintus 12:4 (TB)
Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh.
Kita semua diberi karunia agar bisa saling melayani.
Sembilan Karunia Roh Kudus, yaitu:
1. Karunia Pewahyuan (Penyingkapan):
a. Berkata-kata dengan hikmat, seperti Salomo.
b. Berkata-kata dengan pengetahuan.
c. Membedakan (mengenali) segala roh. Akhir-akhir ini banyak anak muda
mengikuti roh-roh yang salah, seperti tarot, horoskop, tetapi belum sampai
shio. Kita harus bisa membedakan roh.
2. Karunia Kuasa:
a. Iman.
b. Kesembuhan. Kuasa ini menarik. Pak Leo pernah mendoakan orang-orang yang
mengalami kerontokan rambut. Lalu seorang ibu memberi kesaksian bahwa dia
sembuh padahal sebelum itu rambutnya rontok parah tiap kali keramas. Salah
satu anak pak Leo mengajar sekolah minggu. Dia melihat anak-anak pun bisa
memiliki karunia kesembuhan. Ketika anak-anak mendoakan orang sakit, mereka
sembuh.
c. Mujizat. Tiada yang mustahil bagi Tuhan. Semua mungkin terjadi.
3. Karunia Vokal:
a. Berkata-kata dalam bahasa roh. Di depan jemaat biasanya maksimal hanya
tiga orang yang berkata-kata dalam bahasa roh. Namun, gereja tidak melarang
setiap orang berbicara dalam bahasa roh untuk berdoa pribadi.
b. Menafsirkan bahasa roh. Bahasa roh tidak diterjemahkan kata demi kata,
tetapi ditafsirkan.
c. Nubuat.
MUJIZAT SETIAP HARI
Tiada berubah kuasa Nama-Mu. Tiada
berkesudahan kasih setia-Mu. Apabila Tuhan sudah berfirman, maka semuanya jadi.
Selama kumenyembah-Mu kupercaya bahwa mujizat masih terjadi. Selama Kau
besertaku kumelihat ada mujizat setiap hari.







0 komentar:
Post a Comment