Sunday, October 11, 2026

Kebodohan Manusia ~ Debby Basjir

Catatan Ibadah ke-1 Minggu 11 Okt 2026

Selagi bangsa-bangsa lain sibuk memikirkan cara untuk meningkatkan perekonomian bangsanya, bangsa kita masih sibuk mengurus ijazah. Urusan ijazah ini tidak kunjung selesai. Makin lama kita makin dibuat bingung mana yang benar dan mana yang salah. Kita harus mendoakan bangsa kita agar para pemimpinnya tidak sibuk memikirkan kepentingan politik dan golongan saja. Doakanlah kesejahteraan bangsa kita karena kesejahteraan bangsa juga akan menjadi kesejahteraan kita.

Yohanes 16:13 (TB) Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

Jika ada yang memprediksi bahwa di tahun 2027 kita akan mengalami krisis, tidak usah didengarkan. Dengarkan saja firman Tuhan karena hanya Tuhan yang bisa memberitahu kita tentang hal-hal yang akan datang.

Saat ini pendeta pun bisa mengajarkan hal yang tidak benar. Katanya, "Pilih mana: berpisah secara damai atau bersama tetapi bertengkar terus? Lebih baik berpisah secara damai karena kasihan anak." Lalu beberapa orang berkomentar, "Baru kali ini ada pendeta yang waras." Justru pendeta itu tidak benar.

Sebagai orang Kristen, seharusnya kita memilih tetap bersama dengan damai. Orang yang paham firman seharusnya memilih hal ini. Ketika membahas tentang pernikahan, salah satu peserta bertanya, "Bu Debby, apa yang harus kulakukan jika suamiku sudah tiga kali berselingkuh?"

Matius 18:8-9 (TB) Jika tanganmu atau kakimu menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung atau timpang dari pada dengan utuh kedua tangan dan kedua kakimu dicampakkan ke dalam api kekal. Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan bermata satu dari pada dicampakkan ke dalam api neraka dengan bermata dua.

Jawab bu Debby, "Kebiri saja suamimu karena ada firman tersebut. Doakan terus suamimu dan ampuni tanpa batas. Kasih harus selalu mengalir karena kita punya Kristus."

Wanita itu berkata, "Saya capek. Ibu tidak tahu rasanya punya suami seperti dia. Keluargaku menyarankanku untuk bercerai."

Jawab bu Debby, "Ibu tidak boleh capek. Doakan terus. Saya juga tidak mau merasakan suami Ibu. Saya mau merasakan suami saya sendiri. Apa dia pilihan Ibu sendiri?" Wanita itu pun mengakui bahwa dulunya dia jatuh cinta kepada suaminya itu.

Bu Debby pun tetap berpesan, "Jangan lelah mendoakannya. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Jangan dengarkan saran dari keluarga sesat." Jika sudah tidak kuat, berdoa saja agar Tuhan mengambil bebanmu. Jika bebanmu adalah suamimu, biarlah Tuhan mengambilnya. Syukur-syukur jika dia sudah bertobat lebih dulu.

Anak muda sekarang pun tidak mau menikah. Katanya, "Jika sekarang sudah damai, untuk apa menikah jika hanya merusak kedamaian?" Namun, jika mau menikah, pastikan juga jantan dan betina untuk binatang. Kalau untuk manusia, harus pria dan wanita. Semua orang harus menikah, kecuali hidup selibat. Namun, hanya orang tertentu yang dipanggil untuk hidup selibat.

1 Petrus 1:13 (TB) Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu pernyataan Yesus Kristus.

Kita semua punya otak, tetapi belum tentu punya akal budi. Akal budi adalah keinginan untuk melakukan hal-hal baik. Kalau ada keinginan untuk melakukan hal-hal jahat, ini adalah akal bulus. Ingatlah pesan Bang Napi, "Kejahatan terjadi bukan hanya karena niat dari pelakunya, melainkan karena adanya kesempatan. Waspadalah! Waspadalah!"

Kalau ibadah jam 10 dan baru mandi jam setengah 10 padahal masih harus keramas dan dandan, ini tidak punya akal budi. Tidak ada yang terlambat saat menonton bioskop, tetapi mengapa terlambat saat datang ke gereja? Kalau kita digaji 6 juta lalu nyicil pajero 4,5 juta dan hanya sisa 1,5 juta untuk biaya hidup, ini namanya tidak punya akal budi. Akhirnya nanti malah pinjol dan tidak memuliakan Tuhan.

Miskin tidak masalah karena CEO pun menyamar sebagai orang miskin. Namun, tidak perlu sampai berpikir bahwa tukang parkir adalah CEO yang menyamar. Ini semua hanya ada di dalam drama.

0 komentar:

Post a Comment

* Semua Catatan Ibadah di blog ini tidak diperiksa oleh Pengkhotbah terkait.