Sunday, October 4, 2026

Karunia yang Murni ~ Ps. Sidney Mohede

Catatan Ibadah ke-1 Minggu 4 Okt 2026

Selama ini kita mungkin berpikir bahwa karunia Roh Kudus hanya dimiliki oleh pendeta. Ketika mereka tumpang tangan, orang lain sembuh. Namun, di dalam Roma 12 kita melihat bahwa ada banyak karunia Roh Kudus, seperti karunia menasihati dan menguatkan. Setiap orang bisa melakukannya.

Ada pula karunia mengajar serta karunia kemurahan hati. Ketika kita tersenyum kepada orang lain atau menunjukkan keramahan, ini merupakan wujud karunia kemurahan hati. Jadi, setiap orang telah diberi karunia oleh Tuhan. Karunia yang kita miliki bertujuan untuk membantu atau melayani orang lain. Jadi, karunia tersebut bukan untuk menonjolkan diri.

Kadang kala beberapa orang mengejar karunia terlebih dulu. Ketika punya karunia menyanyi, mereka ingin mendapat lebih banyak undangan agar makin dikenal. Padahal, tujuan karunia diberikan adalah untuk kemuliaan Tuhan. Kita harus sadar bahwa di dunia ini kita tidak memiliki apapun dan kita hanyalah pengelola. Ketika istri kak Sidney merasa galau karena harus melepas anak-anaknya untuk bersekolah di luar negeri, itulah yang diucapkan olehnya.

Daniel 1:7 (TB) Pemimpin pegawai istana itu memberi nama lain kepada mereka: Daniel dinamainya Beltsazar, Hananya dinamainya Sadrakh, Misael dinamainya Mesakh dan Azarya dinamainya Abednego.

Ada beberapa orang Yehuda yang ikut dibuang ke Babel. Di antaranya adalah Daniel dan teman-temannya. Di sana raja Babel berusaha mengubah identitas dan tujuan hidup mereka. Mereka pun harus belajar bahasa dan budaya baru di Babel.

Daniel 1:8 (TB) Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya.

Meskipun dipaksa mengikuti budaya Babel, Daniel dan teman-temannya berketetapan untuk tidak menajiskan diri. Jadi, mereka menolak makanan raja. Pada saat itu Allah mengaruniakan kasih sayang dari pegawai raja.

Daniel 1:9 (TB) Maka Allah mengaruniakan kepada Daniel kasih dan sayang dari pemimpin pegawai istana itu;

Namun, pegawai raja takut dibunuh jika mereka kurus karena tidak memakan daging dan minum anggur. Maka, Daniel meminta sepuluh hari percobaan untuk membuktikan kepadanya.

Daniel 1:15 (TB) Setelah lewat sepuluh hari, ternyata perawakan mereka lebih baik dan mereka kelihatan lebih gemuk dari pada semua orang muda yang telah makan dari santapan raja.

Karena sayur membuat mereka terlihat lebih baik dan lebih gemuk, pegawai raja tetap memberikan sayur kepada mereka. Makanan dan anggur diambil olehnya.

Daniel 1:17 (TB) Kepada keempat orang muda itu Allah memberikan pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan hikmat, sedang Daniel juga mempunyai pengertian tentang berbagai-bagai penglihatan dan mimpi.

Hal yang Penting:

1. Kenali Sumber Karunia. Semua karunia diberikan oleh Tuhan. Karunia adalah anugerah atau hadiah. Karunia bukan berasal dari kerja keras kita. Ini sebabnya kita tidak perlu merasa sombong dan kita juga tidak perlu minder. Kita tahu siapa pemilik diri kita.

1 Korintus 12:11 (TB) Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.

Ketika kita sadar bahwa semuanya dari Tuhan, tentu kita tak akan berhenti mengucap syukur kepada-Nya. Ketika bangun tidur, kita bersyukur karena masih bernafas karena nafas kita adalah pemberian Tuhan.

2. Izinkan Tuhan Membentuk Hati Kita. Seringkali kita lebih peduli dengan hal-hal di luar kita, seperti karunia yang terlihat. Namun, Tuhan lebih suka membentuk kita dari dalam ke luar.

Pembentukan hati kak Sidney pun tidak dimulai di atas mimbar. Pembentukannya dimulai ketika dia harus melewati proses dan tantangan hidup satu per satu. Ketika ditekan, hal-hal yang keluar dari diri kita akan menyingkapkan keadaan diri kita. Karakter kitalah yang akan Tuhan ubahkan agar makin lama kita makin serupa dengan Kristus.

SAAT INDAH
Saat indah kuberhadapan dengan-Mu, memandang wajah-Mu Yesus kekasih jiwaku. Bawa daku erat dalam pelukan-Mu, Menikmati kasih dan indah-Nya hadirat-Mu.
Hadirat-Mu Tuhan kurasakan. Kekudusan-Mu Bapa penuhiku. Kurindu selalu diam dalam bait-Mu, menikmati kasih anug'rah-Mu.

0 komentar:

Post a Comment

* Semua Catatan Ibadah di blog ini tidak diperiksa oleh Pengkhotbah terkait.