Sunday, July 12, 2026

Masalahku adalah Makananku

Roh Terobosan
Catatan Ibadah ke-1 Minggu 12 Juli 2026

Ketika sedang berdiri memuji Tuhan, tiba-tiba kusadari beberapa wanita yang baru datang kekurangan tempat di baris yang sama denganku. Maka, aku menggeser tas dan jaketku ke kanan agar semuanya mendapat tempat duduk. Tak lama berselang pak Yusuf muncul untuk menyampaikan beberapa patah kata. Saat itulah kusadari bahwa tadinya roti dan anggur perjamuanku ada di kursi sebelah.

Ketika kugeser tasku, aku tidak melihatnya. Maka, aku berbalik dan melihat kursi sebelah yang sudah ditempati tas wanita lain. Roti dan anggurku sudah tak ada di sana. Ah, kemungkinan jatuh sewaktu kugeser tasku sehingga aku melihat ke arah lantai di antara kursi kami berdua, tetapi aku tetap tidak melihatnya. Jadi, aku kembali berdiri menghadap ke depan dan berhenti mencarinya.

Kemudian jemaat dipersilahkan duduk. Kupikir tak masalah jika aku harus mengikuti perjamuan tanpa roti dan anggur karena keduanya hanya simbolisme. Biarlah nanti orang lain beranggapan bahwa aku belum dibaptis sehingga tidak ikut makan roti dan minum anggur perjamuan.

Aku juga tidak akan menyalahkan para wanita yang ada di sebelah kiriku. Karena mereka datang terlambat dan aku harus bergeser untuk memberikan kursiku, aku kehilangan roti dan anggur perjamuan. Meskipun demikian, aku pun pernah terlambat seperti mereka dan hari ini pun aku terlambat sekitar semenit.

Ya, ini semua salahku karena terlalu percaya diri hingga tidak menyimpannya di dalam tas. Padahal, biasanya selalu kusimpan di dalam tas. Entah kenapa hari ini tidak terpikir olehku untuk menyimpannya. Aku yakin aku bisa memintanya kembali dari usher, tetapi aku tidak ingin repot-repot.

Kemudian aku melihat lagi ke lantai yang ada di sebelah kiri kursiku. Di bawah cahaya temaram lampu gereja, kulihat sebuah cup jelly kecil tertelungkup di sana. Lantas aku sedikit mencondongkan tubuh ke depan agar tangan kiriku bisa mengambilnya. Semula aku hanya meraba kaki kursi yang dingin, seperti besinya. Namun, aku yakin cup jelly tak jauh dari tanganku. Benar saja tak lama berselang tangan kiriku merasakan keberadaan cup kecil itu. Lalu aku segera mengangkatnya dan membaliknya.

Matius 9:28b (TB) "Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?"

Di atas roti tertulis ayat tersebut. Lalu kujawab, "Ya, tolonglah aku yang tidak percaya ini." (karena kupikir ayat tersebut mengawali Markus 9:23... eh, ternyata beda cerita) Hehehe... selanjutnya kumakan, kuminum, dan kutelan roti dan anggur perjamuan yang nyaris hilang itu.

Ehm... aku masih tidak paham dengan rencana-Nya. Dia mau membuat kisah Hosea atau Yehuda? Mengapa aku berjumpa dengan dua orang seperti situasi mereka? Mengapa hari ini kata kuncinya tetap Hosea dan Yehuda? Hanya saja Hosea berubah menjadi Yosua. Oh, ada apa dengan mereka? Kisah apa yang sedang Tuhan tulis?

Keduanya akan membawa kesulitan tersendiri. Namun, Tuhan berkata, "Jangan takut dengan kesulitan karena kesulitan bukan untuk menghancurkanmu, melainkan menguatkanmu." Kamu siap menyongsong kesulitan? Lantas pada saat pendeta berkhotbah, aku dan wanita di sebelah kiriku hanya saling memandang sambil tersenyum karena kami merasa enggan berkata, "Masalahku adalah makananku."

Ah, yang benar saja, seharusnya wanita itu tidak perlu merasa bersalah atas jatuhnya roti dan anggurku karena aku tidak mengatakan apapun kepadanya. Aku tidak mempermasalahkannya. Seharusnya dia juga tidak menyadari jatuhnya roti dan anggur itu karena dia juga melihat bahwa aku telah memakannya, kecuali dia juga peka sepertiku.

Hehehe… masalahku adalah makananku. Padahal, biasanya terbalik loh. Biasanya makananku adalah masalahku, terutama jika makanannya pedas hingga menguras keringat, ingus, dan air mata karena tak tahan pedasnya... hahaha...

MENANTI JAWAB-MU
Engkau Tuhan tak pernah gagal. Engkau Tuhan tak pernah lalai. Setiap hari menanti janji-Mu. Ku tak lelah, menunggu jawab-Mu.
Chorus: Dalam kasih-Mu Kau membawaku naik. Dalam kuasa-Mu aku berlindung. Dalam kekudusan-Mu Kau membawaku menang. Berjalan dengan-Mu, kulewati semua.
Wo...  woo...
Ending: Oh hoo, ... Berjalan dengan-Mu, kulewati semua.

0 komentar:

Post a Comment

* Semua Catatan Ibadah di blog ini tidak diperiksa oleh Pengkhotbah terkait.